Selasa, 03 Maret 2026 20:02

Buka Puasa di Festival Cap Go Meh, Munafri Tekankan Makassar Kota Toleran dan Harmonis

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memhadiri buka puasa bersama dalam rangka Festival Cap Go Meh Zou-Zou Makassar yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sulawesi Selatan di Jalan Sulawesi, Selasa (3/3/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memhadiri buka puasa bersama dalam rangka Festival Cap Go Meh Zou-Zou Makassar yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sulawesi Selatan di Jalan Sulawesi, Selasa (3/3/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya toleransi dan moderasi saat buka puasa bersama di Festival Cap Go Meh 2026. Momentum Ramadan dinilai menjadi simbol harmoni dan kolaborasi lintas agama di Makassar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggaungkan pentingnya menjaga keberagaman dan moderasi dalam bingkai kebersamaan demi merawat harmoni di Kota Makassar.

Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat memberikan sambutan pada kegiatan buka puasa bersama dalam rangka Festival Cap Go Meh Zou-Zou Makassar yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sulawesi Selatan di Jalan Sulawesi, Selasa (3/3/2026).

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya perayaan Cap Go Meh yang dinilainya bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan wujud nyata harmonisasi dan kebersamaan masyarakat Kota Makassar.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dampingi Wamen PKP Tinjau Kawasan Kumuh di Tallo, Pemkot Usulkan Hunian Vertikal

"Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya karena pada hari ini dilaksanakan kegiatan Cap Go Meh yang dipadukan dengan buka puasa bersama," ujar Munafri.

"Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan di bulan Ramadan ini bukan hanya sebagai peringatan oleh saudara-saudara Tionghoa, tetapi juga menjadi bentuk harmonisasi dan kebersamaan yang dibangun di Kota Makassar," lanjutnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan pelaksanaan Festival Cap Go Meh 2026 menjadi gambaran nyata bahwa Makassar merupakan kota yang menjunjung tinggi toleransi.

Baca Juga : Tahun 2026, Pemkot Makassar Masih Terapkan Moratorium Mutasi ASN

Kota yang memberikan keleluasaan bagi seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun warna kulit.

"Hal ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar adalah kota yang sangat toleran, yang memberikan keluwesan dalam hidup bermasyarakat tanpa membeda-bedakan asal-usul, agama, maupun warna kulit," tuturnya.

Selain itu, mantan CEO PSM tersebut juga menekankan bahwa momentum spesial perayaan Festival Cap Go Meh tahun ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan membuktikan keberagaman yang nyata.

Baca Juga : Buka Puasa Bersama di Makassar, Kepala BPOM RI Apresiasi Kiprah Aliyah Mustika Ilham

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi simbol kuat bahwa seluruh elemen masyarakat di Makassar dapat tumbuh, membangun, dan berkolaborasi secara bersama-sama dalam suasana saling menghormati.

"Terlihat pada perayaan hari ini kita semua membaur. Dan yang lebih spesial lagi karena acara ini diselenggarakan bertepatan dengan bulan puasa atau bulan Ramadan," katanya.

"Tentu ini memberikan isyarat bahwa di Kota Makassar semua bisa tumbuh bersama, membangun bersama, dan memperkuat kolaborasi secara bersama-sama," sambung Appi.

Baca Juga : Di Panakkukang, Wali Kota Makassar Minta Warga Sampaikan Aspirasi Lewat LONTARA+

Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam perayaan Cap Go Meh 2026 tidak hanya berhenti pada momentum seremoni, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Makassar.

Ke depan, apa yang dilakukan hari ini diharapkan tidak hanya terlihat dalam penyelenggaraan acara, tetapi juga menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menegaskan pentingnya toleransi dan moderasi, Munafri juga mengakui bahwa dampak ekonomi dari penyelenggaraan festival tersebut turut mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Dukung Penertiban PKL di Makassar, Ingatkan Masalah Sampah dan Lingkungan

Appi menyebut kegiatan Cap Go Meh memberikan ruang partisipasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.

"Selain perayaan yang melibatkan saudara-saudara Tionghoa kita, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk berpartisipasi," tuturnya.

"Acara ini tentu memberikan gambaran bahwa ada perputaran ekonomi yang bisa dirasakan pada setiap penyelenggaraan Cap Go Meh," ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Munafri menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam festival tersebut.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan kegiatan.

"Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat atas dibukanya Festival Cap Go Meh Makassar 2026. Semoga mendapat berkah," tutupnya.

Hadir pada kesempatan tersebut tokoh lintas agama, perwakilan Kementerian Agama wilayah Sulawesi Selatan, FKUB, tokoh pemuda, Forkopimda, serta sejumlah SKPD pendamping. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Festival Cap Go Meh 2026 #Cap Go Meh Makassar #Buka Puasa Bersama #Makassar kota toleran #walubi sulsel #Ramadan Makassar #UMKM Makassar
Youtube Jejakfakta.com