Jejakfakta.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kompetensi SDM berbasis Learning Management System (LMS) yang digelar Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (1/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menekankan bahwa demokrasi tidak semata berdiri di atas mekanisme teknis pemilu, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang menjalankannya.

“Demokrasi tidak hanya berdiri di atas bilik suara, tetapi di atas kualitas manusia yang mengelolanya. Ia ditentukan oleh integritas, kapasitas, dan kesadaran kolektif para penyelenggara,” ujarnya.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Kucurkan Rp1 Miliar untuk RSUD Syekh Yusuf, Pemulihan Pascakebakaran Dipercepat
Menurutnya, pemilu merupakan ujian kepercayaan publik sekaligus cerminan kematangan demokrasi suatu bangsa. Karena itu, penguatan SDM menjadi kebutuhan mutlak untuk menjamin proses yang transparan dan kredibel.
Ia juga mengapresiasi langkah strategis KPU RI dalam menghadirkan sistem pembelajaran berbasis digital melalui LMS. Menurutnya, inovasi ini mampu menjawab tantangan zaman dengan menyediakan ruang belajar yang fleksibel dan berkelanjutan.
“Learning Management System menjadi ruang belajar tanpa batas yang menjembatani pengetahuan dan praktik, serta melahirkan penyelenggara pemilu yang profesional,” jelasnya.
Baca Juga : Rembuk Otda Nasional, Bupati Gowa Soroti Infrastruktur hingga Dinamika Politik Daerah
Meski demikian, Husniah mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Nilai utama tetap terletak pada komitmen manusia dalam menjunjung tinggi kejujuran dan menjaga marwah demokrasi.
“Kami berharap forum ini melahirkan gagasan besar dan rekomendasi yang implementatif untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas dan dipercaya masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota KPU RI, Parsadaan Harahap menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang sebelumnya telah digelar di Lampung dan akan berlanjut ke Bengkulu.
Baca Juga : Peringati Hari Buruh, Pemkab Gowa Tegaskan Peran Pekerja sebagai Penggerak Pembangunan Daerah
“Kegiatan ini bertujuan mendesain sistem pembelajaran digital di KPU, mulai dari modul, sistem, hingga tata kelola dan anggaran,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan KPU Gowa, serta menyebut Kabupaten Gowa sebagai lokasi strategis untuk kegiatan nasional tersebut.
Di tempat yang sama, Ketua KPU Gowa, Fitra Syahdanul menyampaikan bahwa forum ini melibatkan peserta dari 38 provinsi dan akan menghasilkan rekomendasi penting bagi penyusunan regulasi kepemiluan ke depan.
Baca Juga : Berprestasi, Husniah Talenrang Ditunjuk Jabat Wakil Sekjen DPP PAN
“Hasil diskusi ini akan menjadi masukan dalam pembahasan undang-undang kepemiluan yang masuk dalam Program Legislasi Nasional DPR RI, khususnya Komisi II,” jelasnya.
Melalui FGD ini, diharapkan lahir konsep dan strategi pengembangan SDM kepemiluan yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus memperkuat fondasi demokrasi Indonesia ke depan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




