Kamis, 09 April 2026 15:19

Putus Mata Rantai Kawin Anak–Stunting, Bupati Gowa Gerakkan Majelis Ta’lim hingga KUA Turun ke Desa

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Halal Bihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju yang digelar di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (9/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Halal Bihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju yang digelar di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (9/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ajak lintas sektor, KUA, dan Majelis Ta’lim bergerak cegah kawin anak dan stunting demi masa depan generasi Gowa yang lebih sehat dan berkualitas.

Jejakfakta.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa kian serius memutus mata rantai kawin anak dan stunting. Tak hanya lewat program, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang kini mendorong gerakan masif lintas sektor hingga ke tingkat desa, dengan melibatkan Majelis Ta’lim dan penyuluh agama sebagai ujung tombak perubahan sosial.

Komitmen ini ditegaskan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Halal Bihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju yang digelar di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, persoalan kawin anak dan stunting bukan sekadar angka statistik, melainkan ancaman nyata terhadap kualitas generasi masa depan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Kucurkan Rp1 Miliar untuk RSUD Syekh Yusuf, Pemulihan Pascakebakaran Dipercepat

“Hari ini kita sedang menentukan masa depan Kabupaten Gowa. Kawin anak dan stunting bukan sekadar laporan, tetapi persoalan mendasar yang menentukan apakah generasi kita akan kuat atau justru lemah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, praktik pernikahan usia dini berpotensi melahirkan lingkaran masalah baru, mulai dari putus sekolah hingga risiko melahirkan anak stunting.

“Kawin anak menghentikan pendidikan dan memaksa anak memikul tanggung jawab sebelum waktunya. Bahkan ini membuka pintu lahirnya generasi stunting. Inilah lingkaran yang harus kita putus sekarang,” ujarnya.

Baca Juga : Rembuk Otda Nasional, Bupati Gowa Soroti Infrastruktur hingga Dinamika Politik Daerah

Bupati Husniah juga mengungkapkan masih ditemukannya kasus pernikahan di bawah umur di lapangan, bahkan hingga terjadi kehamilan. Karena itu, ia meminta Kantor Urusan Agama (KUA) aktif melakukan edukasi hingga ke wilayah terpencil.

“KUA harus hadir di tengah masyarakat, terutama di daerah terpencil, untuk memberikan pemahaman tentang bahaya pernikahan dini. Jika kita diam, kita ikut bertanggung jawab,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan dampak jangka panjang stunting terhadap kualitas sumber daya manusia, seperti rendahnya kemampuan belajar, produktivitas, hingga daya saing.

Baca Juga : Peringati Hari Buruh, Pemkab Gowa Tegaskan Peran Pekerja sebagai Penggerak Pembangunan Daerah

Olehnya itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Majelis Ta’lim, untuk menjadi motor penggerak perubahan.

“Perang melawan kawin anak dan stunting bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita semua. Menikah harus siap, bukan sekadar cepat, dan anak harus tumbuh sehat, bukan sekadar tumbuh,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga memaparkan sejumlah program prioritas daerah, di antaranya Gowa Annangkasi (Bersih), Gowa Caradde (Cerdas) melalui Gerakan Gowa Mengaji, Gowa Masunggu (Sejahtera), Gowa Salewangan (Sehat), dan Gowa Masannang (Aman).

Baca Juga : Berprestasi, Husniah Talenrang Ditunjuk Jabat Wakil Sekjen DPP PAN

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Somba Opu, Fatmawati, menekankan pentingnya perhatian pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai kunci pencegahan stunting.

“Hari ini kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga menguatkan peran organisasi perempuan dan Majelis Ta’lim dalam sosialisasi pencegahan kawin anak dan stunting,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, memastikan pihaknya akan memperluas kolaborasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga : Ashabul Kahfi Kembali Pimpin PAN Sulsel, Farah Puteri: PAN Akan Terus Jadi Harapan Masyarakat

“Kami akan menggandeng PKK, Dharma Wanita, dan Majelis Ta’lim untuk menjangkau masyarakat hingga ke bawah. Ini penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengakui masih adanya tantangan budaya dan faktor sosial yang mendorong pernikahan usia dini, termasuk kekhawatiran orang tua dalam menolak lamaran.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, Ketua DWP Kabupaten Gowa Suryanti Andy Azis, para pimpinan SKPD, serta sekitar 700 peserta dari berbagai organisasi perempuan dan unsur masyarakat.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi titik balik dalam upaya menekan angka stunting sekaligus menghentikan praktik kawin anak di Kabupaten Gowa demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Stunting #kawin anak #Bupati Gowa #Husniah Talenrang #pencegahan stunting #pernikahan dini #Majelis Ta’lim Gowa #Program Gowa Sehat #1000 HPK stunting #KUA sosialisasi kawin anak
Youtube Jejakfakta.com