Ahad, 03 Mei 2026 14:31

Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali ke Sekolah

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, memberikan keterangan pers usai Pengukuhan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah tersebut telah dilaksanakan di Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, memberikan keterangan pers usai Pengukuhan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah tersebut telah dilaksanakan di Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar membentuk Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk menurunkan angka putus sekolah. Wali Kota Munafri Arifuddin tekankan komitmen pendidikan inklusif.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan melalui pembentukan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menurunkan angka anak putus sekolah dengan cara menjemput langsung anak-anak kembali ke bangku pendidikan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut pembentukan Tim ATS bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan sosial yang menyentuh langsung akar persoalan pendidikan di masyarakat.

“Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, tim ini diharapkan mampu memastikan tidak ada lagi anak di Makassar yang tertinggal dari hak dasarnya untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Munafri, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga : Pemkot–Kemensos Perkuat Sinergi, Makassar Siap Jadi Pilot Project Panti Sosial Bermutu

Pengukuhan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah tersebut telah dilaksanakan di Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Munafri menegaskan, masih adanya anak yang putus sekolah menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, Pemkot Makassar mengambil peran aktif untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan secara layak.

“Banyak sekali anak-anak kita yang terpaksa harus putus sekolah. Ini yang harus kita pastikan mereka bisa kembali ke sekolah,” katanya.

Baca Juga : Hardiknas 2026 di Gowa: Bupati Sitti Husniah Minta Sekolah Berhenti Sekadar Mengajar, Mulai Mendengar Siswa

Ia menambahkan, pendidikan formal merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi negara. Pemerintah kota, kata dia, bertanggung jawab penuh memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh anak.

“Artinya pendidikan formal yang harus mereka terima itu dijalankan dengan baik. Jadi itu menjadi tanggung jawab pemerintah kota untuk memastikan mereka bisa kembali ke bangku sekolah,” jelasnya.

Tim ATS nantinya akan bergerak langsung di lapangan untuk menjaring anak-anak yang tidak bersekolah. Relawan akan melakukan pendekatan kepada masyarakat, mengidentifikasi penyebab putus sekolah, hingga mendampingi proses reintegrasi ke sistem pendidikan formal.

Baca Juga : Makassar di Era Munafri–Aliyah: Kinerja Diakui Nasional, Kepuasan Publik 80 Persen

Terkait target capaian, Munafri menyebut pemerintah masih melakukan pemetaan dan penyesuaian berdasarkan kapasitas tim yang dibentuk.

“Mereka akan mempresentasikan kepada kita berapa persen target yang bisa dicapai,” ujarnya.

Ia menegaskan, evaluasi berbasis data akan menjadi dasar dalam menentukan keberhasilan program tersebut.

Baca Juga : Munafri Blusukan ke Muslim Life Fair, Serap Semangat UMKM Lokal

“Tim ini yang akan menjaring mereka, menjangkau langsung, dan memastikan proses pendidikan ini berjalan, termasuk bagaimana kita menurunkan angka anak putus sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan momentum Hardiknas 2026 diisi dengan berbagai program strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.

Salah satu program utama adalah peluncuran sistem penerimaan murid baru berbasis digital yang terintegrasi dengan platform On The Class. Sistem ini diharapkan mampu menciptakan proses penerimaan siswa yang lebih transparan dan merata.

Baca Juga : Makassar Masuk 10 Besar Kota Toleran Nasional, Naik Drastis dari Peringkat 52 ke 9

“Melalui integrasi sistem ini, kami ingin menjamin bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan dengan proses yang akuntabel dan terbuka,” ujar Achi.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program pengembalian anak tidak sekolah membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk komunitas dan lembaga masyarakat.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan tidak ada satu pun anak di Makassar yang kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Dalam rangkaian Hardiknas 2026, Pemkot Makassar turut memberikan penghargaan kepada insan pendidikan, mulai dari sekolah, siswa berprestasi, guru, hingga mitra strategis yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di daerah tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menyerahkan beasiswa penyelesaian studi bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin memastikan para tenaga pendidik memiliki kapasitas yang terus berkembang sehingga mampu menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas,” kata Achi.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan generasi unggul di Kota Makassar.

“Kami berharap langkah-langkah ini menjadi bagian nyata dalam menciptakan generasi unggul di Kota Makassar,” tukasnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemkot Makassar #Munafri Arifuddin #Tim ATS #anak putus sekolah #pendidikan Makassar #Hardiknas 2026 #Dinas Pendidikan Makassar #Achi Soleman #pendidikan inklusif #siswa kembali sekolah
Youtube Jejakfakta.com