Jumat, 15 Mei 2026 08:43

Pemkot Makassar Perkuat Dukungan MIWF 2026, Dorong Makassar Jadi Kota Sastra dan Kreatif Bertaraf Global

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat menghadiri pembukaan Makassar International Writers Festival 2026 atau MIWF 2026, di Benteng Rotterdam, Kamis (14/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat menghadiri pembukaan Makassar International Writers Festival 2026 atau MIWF 2026, di Benteng Rotterdam, Kamis (14/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar memperkuat dukungan terhadap MIWF 2026 sebagai upaya membangun ekosistem sastra dan ekonomi kreatif inklusif. Delegasi internasional hadir di Benteng Rotterdam.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem budaya dan ekonomi kreatif yang inklusif melalui dukungan penuh terhadap Makassar International Writers Festival 2026 atau MIWF 2026.

Festival sastra internasional yang resmi dibuka di Benteng Rotterdam, Kamis (14/5/2026) malam itu, menjadi momentum penting memperkuat posisi Makassar sebagai kota kreatif yang semakin diperhitungkan di tingkat global.

Pembukaan MIWF 2026 dihadiri langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga : IAS Jadi Kandidat Pertama Kembalikan Formulir Calon Ketua Golkar Sulsel, Pengembalian Dijadwalkan Hari Ini

Kehadiran delegasi internasional turut memperkuat citra MIWF sebagai panggung sastra dunia. Tampak hadir Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Konsulat Jenderal Australia, perwakilan Kementerian Kebudayaan, hingga jajaran Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam sambutannya, Munafri atau yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar memilih memperkuat agenda yang telah terbukti memberi dampak nyata bagi kota dibanding menciptakan kegiatan baru yang belum memiliki pijakan kuat.

“Event seperti inilah yang harus terus kita besarkan. Pemerintah hadir bukan untuk mengambil alih, tetapi menjadi bagian agar event ini terus tumbuh tanpa sekat dan tanpa diskriminasi,” ujar Appi.

Baca Juga : Makassar Bersiap Tinggalkan Pola Buang Sampah Lama, TPA Tamangapa Mulai Fokus Terima Residu

Menurutnya, MIWF bukan sekadar festival sastra, tetapi ruang strategis untuk membangun interaksi lintas komunitas, memperkuat identitas budaya kota, sekaligus membuka peluang kolaborasi global di sektor ekonomi kreatif.

Pemerintah Kota Makassar, lanjut Appi, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas, seniman, hingga pegiat literasi untuk membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.

“Pemerintah ingin hadir sebagai mitra, izinkan kami menjadi ruang untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan menjadi bagian dalam menumbuhkan sastra serta melahirkan seniman-seniman baru di Kota Makassar,” tambahnya.

Baca Juga : Satpol PP Tertibkan Bangunan Ilegal di Eks Stadion Mattoanging, Jaga Aset Pemkot Makassar

MIWF 2026 sendiri akan berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Mei 2026, dengan menghadirkan sedikitnya 144 program, mulai dari diskusi sastra, pertunjukan seni, lokakarya, hingga kolaborasi lintas negara.

Selain dipusatkan di Benteng Rotterdam, sejumlah agenda juga digelar di Makassar Creative Hub sebagai bagian dari penguatan ruang kreatif yang didukung Pemerintah Kota Makassar.

Sementara itu, Direktur MIWF Aan Mansyur menjelaskan tema “Re-co-ordinate” yang diusung tahun ini lahir dari refleksi tentang pentingnya membangun ulang relasi dan koordinasi dalam sebuah ekosistem.

Baca Juga : Pemkot Makassar Pertahankan WTP, Pendapatan Daerah 2025 Capai Rp4,77 Triliun

Menurut Aan, berbagai persoalan dalam organisasi maupun institusi tidak selalu lahir dari kebijakan, tetapi juga lemahnya hubungan antarpelaku.

“Kita sering melihat kegagalan secara vertikal karena kebijakan. Tapi jangan-jangan persoalan kita juga ada secara relasional,” ujarnya.

Aan juga menilai kolaborasi kembali antara MIWF dan Pemerintah Kota Makassar menjadi momentum penting, mengingat terakhir kali sinergi tersebut terjalin pada 2013.

Baca Juga : Pendataan Baru 41,8 Persen, Aliyah Mustika Ilham Siapkan Dukungan Pemkot untuk BPS

Meski begitu, ia menegaskan keberlangsungan MIWF selama ini tetap bertumpu pada kekuatan komunitas dan partisipasi warga.

“MIWF bisa bertahan sampai hari ini karena digerakkan oleh warga dan komunitas. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi utama dalam setiap kolaborasi yang kami bangun,” tutupnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#MIWF 2026 #Makassar International Writers Festival #Pemkot Makassar #Munafri Arifuddin #benteng rotterdam #Aan Mansyur #festival sastra internasional #ekonomi kreatif Makassar #budaya Makassar #Makassar Creative Hub #sastra Indonesia
Youtube Jejakfakta.com