Kamis, 11 Juni 2026 11:09

Jelang Kedatangan 32 Duta Besar, Wali Kota Ajak APINDO Jadi Motor Gerakan Lingkungan di Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima audiensi pengurus APINDO Sulsel di Balai Kota Makassar, Kamis (11/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima audiensi pengurus APINDO Sulsel di Balai Kota Makassar, Kamis (11/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Jelang Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak APINDO Sulsel menjadi pelopor gerakan lingkungan, pemilahan sampah, serta penguatan green economy dan blue economy.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar ingin menampilkan wajah kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan saat menjadi tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026. Untuk mewujudkan hal tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Selatan menjadi pelopor gerakan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Ajakan itu disampaikan Munafri saat menerima audiensi pengurus APINDO Sulsel di Balai Kota Makassar, Kamis (11/6/2026).

Menurut Munafri, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta, untuk membangun budaya pemilahan sampah yang berkelanjutan.

Baca Juga : Dari Keluhan Sampah Jadi Kampung Zero Waste, BSU Nurul Ilmi Manggala Bangun Ekosistem Lingkungan Berkelanjutan

"Sehingga dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk dunia usaha, untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya," ujar Munafri.

Ia menjelaskan, Pemkot Makassar saat ini tengah memperkuat berbagai program lingkungan seperti urban farming, komposter, Teba Modern, hingga pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha akan mempercepat pencapaian target pengurangan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Baca Juga : Uni Eropa Kepincut Makassar, Munafri Dorong Kota Daeng Jadi Magnet Investasi Indonesia Timur

"Kalau kita bisa berkolaborasi dengan dunia usaha, dampaknya akan jauh lebih besar. Kita ingin membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, kemudian diperkuat di lingkungan sekolah dan kawasan permukiman," katanya.

Salah satu bentuk dukungan yang ditawarkan adalah penyediaan fasilitas penampungan sampah plastik di sekolah-sekolah. Program tersebut dinilai potensial diterapkan di sekitar 300 Sekolah Dasar (SD) dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Makassar.

Melalui program itu, siswa didorong untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dini. Sampah plastik yang terkumpul kemudian akan masuk ke sistem pengolahan yang telah disiapkan pemerintah.

Baca Juga : Sulsel Jadi Daerah Pertama Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Makassar Dorong Data Investasi

"Kita bisa siapkan tempat-tempat penampungan sampah plastik di lingkungan sekolah. Anak-anak kita ajarkan sejak dini untuk memilah sampah. Ini menjadi investasi budaya yang sangat penting untuk masa depan kota," ujar Appi.

Munafri menilai dukungan terhadap isu lingkungan tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk anggaran besar. Yang lebih penting adalah komitmen dan keberpihakan terhadap upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Karena itu, ia mendorong APINDO menjadi organisasi pelopor yang secara terbuka mendeklarasikan dukungan terhadap gerakan lingkungan hidup, sekaligus memperkuat implementasi konsep green economy dan blue economy yang kini menjadi perhatian dunia.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Soft Launching Pete-pete Laut 12 Juni, Perkuat Akses Warga Kepulauan

"Isu lingkungan saat ini menjadi isu yang sangat krusial. Bahkan tidak harus dengan biaya besar, cukup menunjukkan komitmen dan dukungan nyata terhadap gerakan lingkungan," jelasnya.

Lebih jauh, Munafri mengungkapkan bahwa semangat pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan akan menjadi salah satu wajah yang ditampilkan Makassar dalam Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung pada 23–25 Juni mendatang.

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri tersebut akan menghadirkan sekitar 32 duta besar dari berbagai negara. Selain mempromosikan potensi investasi dan perdagangan, Pemkot Makassar ingin memperlihatkan praktik-praktik baik pengelolaan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga : Warga Tamalanrea Tolak PSEL Rp3 Triliun, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi Proyek

Ia berharap keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, serta penguatan ekonomi sirkular dapat menjadi contoh nyata kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

"Yang kita bangun bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata. Kita ingin menunjukkan bahwa Makassar serius membangun kota yang bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dengan dukungan seluruh elemen, termasuk dunia usaha," tutupnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #apindo sulsel #Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 #IGS 2026 #Sampah Makassar #pemilahan sampah #Lingkungan HIdup #Green Economy #blue economy #Investasi Makassar #TPS3R #Urban Farming #Sekolah Ramah Lingkungan #ekonomi sirkular
Youtube Jejakfakta.com