Rabu, 24 Juni 2026 17:49

Kopi hingga Markisa Jadi Rebutan Global: 13 Negara Buru Peluang Dagang di Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Komoditas unggulan seperti kopi, kakao, hingga markisa kini menjadi magnet perdagangan internasional dalam forum Business to Business (B2B) Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang digelar di Makassar, Rabu (24/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Komoditas unggulan seperti kopi, kakao, hingga markisa kini menjadi magnet perdagangan internasional dalam forum Business to Business (B2B) Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang digelar di Makassar, Rabu (24/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Forum B2B IGS 2026 di Makassar mempertemukan pelaku usaha Sulawesi Selatan dengan 13 negara. Kopi, kakao, hingga markisa jadi komoditas unggulan yang diminati pasar global.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Sulawesi Selatan kembali menarik perhatian dunia. Komoditas unggulan seperti kopi, kakao, hingga markisa kini menjadi magnet perdagangan internasional dalam forum Business to Business (B2B) Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang digelar di Makassar, Rabu (24/6/2026). 

Bertempat di Hotel The Rinra Makassar, forum ini mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon mitra dagang dari 13 negara yang mulai melirik peluang kerja sama perdagangan dan investasi komoditas unggulan daerah.

Sebanyak 13 negara yang terlibat dalam penjajakan bisnis ini meliputi: Filipina, Belanda, Meksiko, Venezuela, Ukraina, Ethiopia, Tunisia, Kuba, Laos, Fiji, Kamboja, Nigeria, dan Kosta Rika.

Baca Juga : Makassar Sterilkan Losari–CPI Jelang IGS 2026, Siap Sambut 49 Delegasi Dunia

Forum ini dikemas dalam format business matching, yang mempertemukan langsung pembeli internasional dengan produsen dan eksportir dari Sulawesi Selatan.

Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Sulawesi Selatan, Haidir Halik, menyebut kopi masih menjadi komoditas paling diminati, disusul kakao dan produk turunan lainnya.

Namun, ia menilai ada potensi baru yang mulai mencuri perhatian: markisa.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan IGS 2026, Targetkan Investasi Global dari 49 Negara

“Nomor satu tentu kopi, setelah itu ada cokelat dan beberapa komoditas lainnya. Selain itu, markisa juga perlu mulai diangkat sebagai produk khas daerah yang punya potensi besar,” ujarnya.

Menurutnya, meski volume produksi markisa belum sebesar komoditas lain, kualitasnya dinilai sangat kompetitif di pasar internasional.

Haidir menegaskan bahwa salah satu nilai penting dari IGS 2026 adalah membuka akses langsung antara produsen lokal dan pembeli global.

Selama ini, banyak komoditas Sulawesi Selatan sebenarnya sudah diminati pasar luar negeri, namun terkendala pada minimnya pertemuan langsung antara pelaku usaha.

“Produk sebenarnya melimpah dan banyak dicari di luar negeri. Selama ini kendalanya hanya belum ada pertemuan langsung antara penjual dan pembeli,” jelasnya.

Selain memperluas jejaring dagang, forum ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dalam memahami kebutuhan pasar internasional.

Haidir menyebut kegiatan ini sebagai momentum upgrading pengusaha daerah agar lebih siap bersaing secara global.

“Ini sangat baik karena menjadi media yang mempertemukan langsung pemilik barang dengan pencari barang. Dampaknya tidak hanya pada ekspor, tetapi juga pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Ia berharap forum serupa dapat terus berlanjut agar Sulawesi Selatan semakin kuat sebagai salah satu pusat komoditas ekspor Indonesia. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#IGS 2026 Makassar #business matching Sulawesi Selatan #kopi Sulsel ekspor #markisa #perdagangan internasional Makassar #Indonesia gastrodiplomacy #kopi Indonesia ekspor #kakao Sulawesi Selatan #peluang investasi Makassar #The Rinra Makassar event
Youtube Jejakfakta.com