Jumat, 24 Juli 2026 18:25

Lutim Siapkan Trainer Kesehatan Sekolah, Dorong Budaya Hidup Sehat Mulai dari Anak SD

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
 Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendorong peningkatan kapasitas tenaga pelatih melalui kegiatan Master of Trainer (MoT) Pengenalan Modul Kesehatan Anak Sekolah Dasar (SD) Program Healthier Smiles yang digelar pada 21–23 Juli 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lutim. @Jejakfakta/dok. Ist.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendorong peningkatan kapasitas tenaga pelatih melalui kegiatan Master of Trainer (MoT) Pengenalan Modul Kesehatan Anak Sekolah Dasar (SD) Program Healthier Smiles yang digelar pada 21–23 Juli 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lutim. @Jejakfakta/dok. Ist.

Pemkab Luwu Timur memperkuat kapasitas trainer kesehatan sekolah melalui pelatihan Healthier Smiles untuk membangun budaya hidup sehat anak SD berbasis sekolah dan masyarakat.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Upaya membangun generasi sehat di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mulai diperkuat dari lingkungan sekolah. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendorong peningkatan kapasitas tenaga pelatih melalui kegiatan Master of Trainer (MoT) Pengenalan Modul Kesehatan Anak Sekolah Dasar (SD) Program Healthier Smiles yang digelar pada 21–23 Juli 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lutim.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak fasilitator yang mampu menerjemahkan edukasi kesehatan menjadi kebiasaan sehari-hari bagi anak-anak sekolah dasar.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Celosia Marennu Indonesia bersama Save the Children tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memperkuat pendekatan promotif dan preventif berbasis sekolah serta masyarakat.

Baca Juga : Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Wabup Luwu Timur Ikuti Bimtek Aswakada se-Indonesia

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Luwu Timur, Amran Akmal, mengatakan keberhasilan program kesehatan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga hingga masyarakat.

“Program ini merupakan investasi bagi masa depan anak-anak kita. Tidak hanya mengajarkan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, Healthier Smiles menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini agar anak-anak mampu menerapkan pola hidup sehat secara mandiri.

Baca Juga : Pemkab Lutim Tuntaskan Sosialisasi P4GN, Seluruh Pelajar SMA Terjangkau Edukasi Antinarkoba

Memasuki Phase 8, Program Healthier Smiles mengusung tema CERIA untuk Indonesia yang merupakan singkatan dari Cerdas, Ramah Lingkungan, dan Inisiatif Anak untuk Indonesia.

Program ini menggabungkan edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan pendekatan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene), perubahan perilaku, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Di Luwu Timur, implementasi program tersebut telah menjangkau tujuh kecamatan wilayah dampingan dengan sasaran 21 Sekolah Dasar (SD), dua Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan dua Sekolah Luar Biasa (SLB).

Baca Juga : Sekolah di Luwu Timur Didorong Jadi Pusat Gerakan Kurangi Sampah Lewat Budaya 3R

Melalui pelatihan Master of Trainer ini, para peserta diproyeksikan menjadi penggerak edukasi kesehatan sekolah yang mampu memperluas penerapan modul Healthier Smiles di wilayah masing-masing.

Dengan semakin banyaknya trainer yang memiliki kapasitas, Pemkab Lutim berharap budaya hidup sehat tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan anak-anak sejak usia sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemkab Lutim #Healthier Smiles #kesehatan anak #Pendidikan Kesehatan #Sekolah Sehat #Save the Children #Kesehatan Gigi Anak #WASH #Perilaku Hidup Bersih dan Sehat #program sosial
Youtube Jejakfakta.com