Ahad, 26 Juli 2026 11:27

BKPSDM Makassar Hadirkan AKSI ASN, Kompetensi Digital untuk Tingkatkan Kinerja Pegawai

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
BKPSDM Kota Makassar terus memperkuat transformasi birokrasi melalui inovasi unggulan bertajuk AKSI ASN. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
BKPSDM Kota Makassar terus memperkuat transformasi birokrasi melalui inovasi unggulan bertajuk AKSI ASN. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

BKPSDM Kota Makassar meluncurkan inovasi AKSI ASN untuk memetakan kompetensi pegawai, menghadirkan pelatihan berbasis e-learning, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar terus memperkuat transformasi birokrasi melalui inovasi unggulan bertajuk AKSI ASN.

Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menjelaskan bahwa melalui inovasi tersebut pihaknya menyusun sebuah proyek perubahan yang diharapkan memberikan dampak langsung bagi organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

"AKSI ASN bertujuan memetakan pegawai sesuai kompetensinya, kemudian memberikan pelatihan yang benar-benar mereka butuhkan," ujar Memi, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga : BAST Renovasi Ditandatangani, DPRD Makassar Segera Tempati Gedung Sayap Kanan

"Program inovasi ini dapat memperbaiki kinerja ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal," sambungnya.

Program yang digagas Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, yang akrab disapa Memi, menjadi langkah strategis untuk membangun sistem pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) yang lebih terarah, adaptif, dan berbasis teknologi.

Inovasi tersebut lahir sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), namun tidak berhenti sebagai tugas akademik semata.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Minta SKPD Tak Tutup Mata, Respons Persoalan Sosial Harus Cepat

BKPSDM memastikan program itu diimplementasikan sebagai solusi nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur sekaligus mendorong pelayanan publik yang semakin profesional.

"Program ini disusun melalui proses diskusi dengan mentor, pembimbing, hingga penguji. Jadi bukan sekadar konsep di atas kertas, tetapi harus benar-benar dijalankan oleh Pemerintah Kota Makassar," jelasnya.

Menurut Memi, AKSI ASN dirancang untuk menjawab tantangan pengembangan kompetensi lebih dari 23 ribu ASN Pemerintah Kota Makassar yang selama ini masih mengandalkan pola pelatihan konvensional.

Baca Juga : Perkuat Layanan di Kepulauan, Damkarmat Makassar Hadirkan Inovasi API BAHARI

Melalui inovasi tersebut, BKPSDM membangun sistem pemetaan kompetensi pegawai sehingga kebutuhan pelatihan dapat disusun secara lebih tepat sasaran sesuai karakteristik masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Harapan kami, seluruh ASN dapat mengikuti pelatihan dengan mudah sehingga peningkatan kompetensi bisa berjalan lebih cepat dan merata," harapnya.

Sebagai bagian dari inovasi itu, BKPSDM mengembangkan platform pembelajaran berbasis e-learning yang memungkinkan ASN mengikuti pelatihan secara fleksibel tanpa harus selalu mengikuti kelas tatap muka.

Baca Juga : Ombudsman Sulsel Soroti Pasien ODGJ Pulih yang Tertahan di Rumah Sakit, Minta Koordinasi Antarinstansi Diperkuat

Memi menilai metode tersebut jauh lebih efektif dibandingkan pelatihan konvensional, mengingat jumlah ASN di Kota Makassar yang sangat besar.

Ia menyebutkan bahwa jika seluruh ASN harus mengikuti pelatihan secara in class, tentu membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.

"Melalui e-learning, mereka bisa mengakses materi kapan saja sesuai kebutuhan kompetensinya sehingga proses peningkatan kualitas SDM menjadi lebih efisien," katanya.

Baca Juga : Sekda Makassar Dorong Peserta PKP Jadi Penggerak Perubahan, Pelayanan Publik Harus Berbasis Mutu

Ia menegaskan, AKSI ASN bukan sekadar sebuah aplikasi, melainkan sistem yang mengintegrasikan berbagai tahapan pengembangan kompetensi ASN.

Program ini akan terhubung dengan sistem manajemen talenta yang telah dimiliki Pemerintah Kota Makassar sehingga proses identifikasi kebutuhan pelatihan dapat dilakukan secara lebih akurat.

"Dari manajemen talenta itu kita bisa melihat dinas mana yang membutuhkan penguatan kompetensi manajerial dan dinas mana yang membutuhkan kompetensi teknis," terangnya.

"Jadi, pelatihannya tidak disamaratakan, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan masing-masing OPD," sambung Memi.

Melalui sistem tersebut, BKPSDM dapat menyusun peta kompetensi ASN berdasarkan jabatan, unit kerja, hingga kebutuhan organisasi sehingga investasi pengembangan SDM menjadi lebih efektif.

Dalam implementasinya, AKSI ASN akan diuji coba secara bertahap di sejumlah OPD sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Menurut Memi, pendekatan bertahap diperlukan agar evaluasi terhadap efektivitas sistem dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga inovasi tersebut terus berkembang mengikuti kebutuhan organisasi.

Pihaknya juga mulai memetakan kebutuhan pelatihan di setiap OPD. Misalnya, setiap kecamatan maupun dinas memiliki kebutuhan penguatan kompetensi yang berbeda.

"Semua akan menjadi target pelatihan kami ke depan dan akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," terangnya.

Selain menghadirkan sistem pengembangan kompetensi yang lebih modern, BKPSDM juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai media promosi dan sosialisasi proyek perubahan.

Delapan peserta Pelatihan Kepemimpinan dari Kota Makassar sepakat menggunakan AI untuk menyampaikan gagasan proyek perubahan secara lebih menarik agar mudah dipahami masyarakat maupun ASN.

Menurut Memi, penggunaan AI merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus sejalan dengan arah kebijakan digitalisasi yang terus didorong Pemerintah Kota Makassar.

"AI kami gunakan agar penyampaian materi proyek perubahan lebih menarik. Ini bagian dari promosi supaya pesan yang ingin kami sampaikan lebih mudah dipahami," ujarnya.

"Apalagi saat ini kita berada di era digitalisasi dan Bapak Wali Kota juga menegaskan bahwa digitalisasi sudah menjadi kebutuhan di Pemerintah Kota Makassar," tambahnya.

Melalui inovasi AKSI ASN, BKPSDM berharap lahir sistem pengembangan kompetensi yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu mencetak ASN yang profesional, berdaya saing, serta siap menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.

Tak hanya itu, BKPSDM juga menargetkan inovasi tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan kompetensi aparatur secara lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi informasi.

"Harapan kami, proyek perubahan ini bukan hanya bermanfaat bagi Pemerintah Kota Makassar, tetapi juga dapat menjadi model yang diterapkan oleh daerah lain dalam membangun sistem pengembangan kompetensi ASN yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis teknologi," tutup Memi. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#BKPSDM Makassar #AKSI ASN #ASN Makassar #Pemerintah Kota Makassar #Kamelia Thamrin Tantu #Kompetensi ASN #E-learning ASN #Digitalisasi Pemerintahan #Pelayanan Publik #PKA #Manajemen Talenta ASN #AI #artificial intelligence #pelatihan ASN #Reformasi Birokrasi
Youtube Jejakfakta.com