Jejakfakta.com, PANGKEP — Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh kader Golkar tidak alergi terhadap kritik.
Pesan tersebut disampaikan IAS saat menjadi narasumber dalam kegiatan pendidikan politik Partai Golkar di Kabupaten Pangkep, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dewakang itu dihadiri sedikitnya 300 peserta. Dalam kesempatan tersebut, IAS secara terbuka meminta perwakilan fraksi, pengurus DPD, dan pengurus kecamatan menyampaikan saran maupun kritik terhadap dirinya dan organisasi.
Baca Juga : IAS: Saya Datang ke Pangkep untuk Berterima Kasih
Menurut IAS, keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat.
“Jangan alergi terhadap kritik. Kalau kita ingin Golkar menjadi partai yang kuat, kita harus berani mendengar.”
IAS mengatakan, kritik dari kader harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki organisasi, bukan sebagai ancaman.
Baca Juga : Golkar Sulsel Kembalikan Rekrutmen Kader Lewat Organisasi Pendiri, Bidik Generasi Muda Menuju Pemilu 2029
Karena itu, ia mendorong agar komunikasi antara pimpinan dan kader berlangsung secara dua arah.
“Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin tahu apa yang dirasakan kader dan apa yang menjadi persoalan masyarakat,” ujarnya.
Fraksi Harus Hadir Sepanjang Waktu
Baca Juga : IAS Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sulsel, Langsung Bentuk Tim Formatur dan Terima Pataka Partai
Selain persoalan internal organisasi, IAS secara khusus menyoroti peran anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD.
Menurutnya, anggota fraksi merupakan ujung tombak partai di tengah masyarakat. Karena itu, anggota fraksi harus mampu memperjuangkan kepentingan rakyat melalui fungsi dan kewenangan yang dimilikinya.
“Anggota fraksi adalah ujung tombak partai di masyarakat. Jangan hanya hadir ketika pemilu sudah dekat.”
Baca Juga : Bahlil Lempar Sinyal Cicu Gabung Golkar: "Mudah-mudahan Bisa Satu Arah"
IAS menegaskan, kehadiran partai tidak boleh bersifat musiman.
Partai harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, mendengar aspirasi, memperjuangkannya melalui lembaga politik, serta memastikan kepentingan masyarakat mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah.
“Golkar harus hadir bukan hanya menjelang pemilu. Golkar harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Baca Juga : Buka Musda Golkar Sulsel, Bahlil Tegaskan Diskresi untuk IAS Sesuai AD/ART
Bagi IAS, hal tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kembali politik yang berorientasi pada karya dan pengabdian.
Ia berharap pendidikan politik di tingkat daerah tidak berhenti pada pembekalan kader, tetapi juga menjadi ruang evaluasi sekaligus tempat menyusun langkah nyata untuk memperkuat kehadiran Golkar di tengah masyarakat. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




