Senin, 28 September 2026 21:47

45 Perempuan Penyandang Disabilitas Belajar Batik Jumputan, GMTD Dorong Karya Jadi Peluang Ekonomi

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
45 perempuan penyandang disabilitas untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam program Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 5 yang digelar PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Senin (28/9/2026). @Jejakfakta/dok. IST.
45 perempuan penyandang disabilitas untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam program Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 5 yang digelar PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Senin (28/9/2026). @Jejakfakta/dok. IST.

GMTD menggelar Tabung Karya Vol. 5 bersama 45 perempuan penyandang disabilitas melalui pelatihan batik jumputan di Makassar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Selembar kain, ikatan tali, lipatan, dan permainan warna menjadi media bagi 45 perempuan penyandang disabilitas untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

Momen itu hadir dalam program Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 5 yang digelar PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Senin (28/9/2026).

Mengusung tema “Jumputan Berwarna, Karya Bermakna”, kegiatan yang berlangsung di Madrid Hall, Akkarena, tersebut menghadirkan pelatihan membatik dengan teknik jumputan bagi ibu-ibu anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).

Baca Juga : Wawali Makassar Terima Audiensi KOHATI HMI, Bahas LKK Tingkat Nasional

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar membatik, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan karya.

Pelatihan dipandu Andi Tenri Uba dari Batik dan Tenun ISTI. Peserta mempelajari cara membentuk motif melalui teknik mengikat, melipat, dan menjumput kain, kemudian dilanjutkan dengan proses pewarnaan.

Teknik sederhana tersebut memberi ruang bagi peserta untuk bereksperimen dengan berbagai warna dan pola. Setiap kain yang dihasilkan pun memiliki motif yang berbeda, sesuai dengan kreativitas masing-masing peserta.

Baca Juga : GMTD Salurkan Bantuan CSR untuk Warga Terdampak Gempa NTT melalui Forum CSR Sulsel

Bagi GMTD, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas seni. Pelatihan diarahkan untuk membuka ruang bagi perempuan penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan keterampilan, meningkatkan produktivitas, sekaligus melihat kemungkinan nilai ekonomi dari karya yang dihasilkan.

Chief Operating Officer Lippoland Makassar dan Manado, Jemmy Andreas Persang, mengatakan program CSR GMTD diarahkan tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menciptakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi.

“Bagi GMTD, CSR bukan sekadar tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Jemmy.

Baca Juga : 28 Tahun GMTD, CSR Hadir Lewat 84 Set Bangku Sekolah dan 134 Kantong Darah

Menurutnya, melalui Tabung Karya Vol. 5, GMTD ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Keterlibatan anggota HWDI juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ruang sosial yang lebih inklusif.

“Kami percaya bahwa keberagaman adalah kekuatan. Karena itu, GMTD berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan penyandang disabilitas,” katanya.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dukung Program Kemenaker, 50 Penyandang Disabilitas Makassar Siap Cetak Wirausaha Baru

Jemmy berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dapat menjadi pengalaman yang mendorong peserta untuk terus mengembangkan keterampilan.

Bukan Sekadar Membatik

Tema “Jumputan Berwarna, Karya Bermakna” menjadi gambaran pendekatan yang diusung GMTD dalam Tabung Karya Vol. 5. Teknik jumputan dipilih karena memungkinkan peserta menghasilkan motif dengan proses yang relatif sederhana, namun tetap memberikan ruang luas untuk eksplorasi.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dukung Rakernas GWS di Makassar, Perkuat Sinergi Organisasi Perempuan dan UMKM

Kegiatan ini juga ditempatkan GMTD dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial melalui penguatan inklusivitas, peningkatan keterampilan, serta penciptaan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas.

Tabung Karya Vol. 5 merupakan bagian dari komitmen GMTD menjalankan program CSR yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas individu.

Program tersebut juga disebut sejalan dengan pilar Independen dalam kerangka kerja grup “Lippo Untuk Indonesia PASTI”, yang merupakan singkatan dari Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen.

GMTD menyatakan akan terus mengembangkan program CSR yang ditujukan untuk memberikan dampak bagi masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Bunga maupun Kota Makassar secara lebih luas.

Melalui Tabung Karya, perusahaan berupaya membangun ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan tumbuh bersama, termasuk dengan melibatkan komunitas penyandang disabilitas dalam kegiatan pemberdayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Tabung Karya Vol 5 #Tanjung Bunga Berkarya #perempuan penyandang disabilitas #HWDI Makassar #batik jumputan #CSR GMTD #pemberdayaan perempuan #pemberdayaan disabilitas #ESG #Tanjung Bunga #Lippo Untuk Indonesia PASTI
Youtube Jejakfakta.com