Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pekan Olahraga Pendidikan (POPFEST) 2026 resmi dibuka di Kota Makassar, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bergerak aktif, mengasah kreativitas, membangun keberanian, serta memperkuat rasa kebersamaan.
Pembukaan POPFEST 2026 dilakukan oleh Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Drs. Andi Irwan Bangsawan, M.Si. Ia didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, Syamsul Bahri, S.IP., M.Si.

Mengusung semangat “Bergerak, Berkarya, dan Tumbuh Bersama”, POPFEST 2026 berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026.
Baca Juga : Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir

Berbeda dari kompetisi olahraga konvensional, POPFEST memadukan aktivitas olahraga, permainan edukatif, kreativitas, dan pengembangan bakat pelajar.
Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain Liga Hadang, Lari TikTakToe, Bola Gotong, Lari Balok, Lomba Mewarnai, hingga School Got Talent.
Ragam kegiatan tersebut dirancang agar pelajar mendapatkan pengalaman berkompetisi dalam suasana yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Baca Juga : HUT ke-419 Makassar: Bedah 419 Rumah, Nikah Massal Gratis hingga Layanan Kesehatan
“POPFEST bukan sekadar perlombaan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman untuk bergerak, bekerja sama, berani tampil, dan percaya diri,” ujar pihak penyelenggara dalam semangat pelaksanaan kegiatan.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam olahraga pendidikan. Pelajar tidak hanya dituntut untuk menjadi pemenang, tetapi juga belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap sportif.
Pekan Olahraga Pendidikan (POPFEST) 2026 resmi dibuka di Kota Makassar, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bergerak aktif, mengasah kreativitas, membangun keberanian, serta memperkuat rasa kebersamaan. @Jejakfakta/dok. Dispora Makassar
Baca Juga : Dampingi Pelepasan Kontingen KONI Makassar, Kadispora Syamsul Bahri Dukung Target 200 Emas PORPROV 2026
Melalui permainan seperti Liga Hadang, Bola Gotong, Lari TikTakToe dan Lari Balok, peserta diajak mengembangkan kemampuan fisik sekaligus membangun kerja sama tim.
Sementara itu, Lomba Mewarnai dan School Got Talent memberikan ruang yang lebih luas bagi pelajar untuk menunjukkan sisi kreatif dan bakat mereka.
“Di sini anak-anak belajar bahwa prestasi tidak hanya soal siapa yang menjadi juara. Ada keberanian untuk tampil, kemampuan bekerja sama, kreativitas, dan sportivitas yang juga harus dibangun sejak dini,” lanjutnya.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Buktikan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Berjasa Raih Penghargaan Nasional
Kehadiran POPFEST diharapkan dapat memperkuat budaya olahraga di kalangan pelajar Kota Makassar. Aktivitas fisik dan kreativitas diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi menjadi bagian dari keseharian generasi muda.
Olahraga pendidikan juga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter. Melalui kompetisi yang sehat, pelajar belajar disiplin, menghargai lawan, bekerja dalam tim, serta berani menghadapi tantangan.
Karena itu, POPFEST 2026 tidak hanya diarahkan untuk melahirkan pelajar yang aktif secara fisik, tetapi juga generasi muda yang kreatif, percaya diri, sehat, dan memiliki karakter.
Baca Juga : Kadispora Makassar Dampingi Wali Kota Buka Kongres Pemuda Sulsel 2026, Dorong Gagasan Jadi Kebijakan
Semangat tersebut menjadi pesan utama dari penyelenggaraan POPFEST 2026: bergerak bersama, berani berprestasi, berkarya, dan tumbuh menjadi generasi hebat Kota Makassar. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



