Selasa, 29 September 2026 15:45

Perpustakaan Luwu Timur Didorong Jadi Ruang Belajar dan Pemberdayaan Masyarakat

Editor : Redaksi
Stakeholder Meeting Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD), Selasa (29/9/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim
Stakeholder Meeting Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD), Selasa (29/9/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Perpustakaan Luwu Timur didorong menjadi ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2026.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Perpustakaan di Kabupaten Luwu Timur didorong untuk tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca dan menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar, pemberdayaan, sekaligus tempat masyarakat mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) dalam menjalankan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026.

Penguatan program ini ditandai dengan pelaksanaan Stakeholder Meeting TPBIS Kabupaten Luwu Timur, yang mempertemukan berbagai unsur untuk membangun kolaborasi dalam mengembangkan peran perpustakaan di tengah masyarakat.

Baca Juga : Bupati Irwan Terima Silaturahmi Perdana Kapolres Lutim, Bahas Sejumlah Isu Daerah

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, dan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri; Kepala DPKD Luwu Timur, Muhammad Syukri; jajaran pemerintah daerah; pimpinan dunia usaha dari unsur perusahaan dan perbankan; para camat; Ketua APDESI; komunitas literasi; serta peserta Stakeholder Meeting, Selasa (29/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Pirade menegaskan bahwa perubahan fungsi perpustakaan menjadi lebih inklusif membutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak.

Menurutnya, perpustakaan harus mampu hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama sebagai tempat untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, mengembangkan potensi, hingga membuka peluang baru.

Baca Juga : 23 Kabupaten/Kota Bakal Hadir di Lutim, Bupati Irwan Ajak Warga Jadi Tuan Rumah yang Ramah

“Perpustakaan harus mampu menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mendapatkan informasi, dan menciptakan peluang. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi sangat penting,” ujarnya.

Karena itu, Ramadhan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berhenti pada komitmen, tetapi menyusun peran yang jelas serta membangun pola kerja sama yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ramadhan berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat ekosistem literasi sekaligus menempatkan perpustakaan sebagai salah satu bagian penting dalam mendorong pembangunan masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.

Baca Juga : Perluas Akses Pengaduan, Diskominfo-SP Sebar Banner SP4N-LAPOR! ke Kecamatan dan Desa

Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, mengapresiasi komitmen DPKD Luwu Timur dalam menghadirkan berbagai inovasi untuk mendekatkan perpustakaan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Jufri, program TPBIS menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan bahan bacaan.

Baca Juga : 12 Hari Jelang Harkopnas, Bupati Irwan Pastikan Luwu Timur Siap Sambut Tamu se-Sulsel

“DPKD Luwu Timur ternyata punya inovasi yang luar biasa melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berbicara tentang buku, tetapi bagaimana perpustakaan dapat memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pendekatan berbasis inklusi sosial membuka ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi.

Karena itu, ia mendorong agar berbagai inovasi dan kolaborasi yang telah dibangun di Luwu Timur terus dikembangkan dan diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat. (sumber: IKP-Humas/Kominfo-SP)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Perpustakaan Luwu Timur #DPKD Luwu Timur #TPBIS Luwu Timur #Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial #perpustakaan inklusi sosial #Literasi Luwu Timur #Stakeholder Meeting TPBIS #pemkab luwu timur #perpustakaan Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com