Jejakfakta.com - PANGKEP - Pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Mulai dari akses jalan, bantuan keselamatan transportasi laut, penguatan sektor perikanan, hingga penyediaan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.
Komitmen itu disampaikan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau saat melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Jumat (30/10/2026). Di hadapan masyarakat, Yusran memaparkan sejumlah program yang telah berjalan dan akan direalisasikan secara bertahap.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penyediaan listrik melalui PLTS Komunal. Pangkep bahkan disebut mendapatkan kuota pembangunan PLTS Komunal terbanyak di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Kunker ke Tangaya, Bupati Pangkep Pantau Pangan dan Persiapan PLTS di Pulau Terluar

"Alhamdulillah, setelah beberapa kali kami menemui dan melobi langsung Menteri ESDM, Pangkep mendapatkan kuota PLTS Komunal terbanyak se-Sulawesi Selatan," ungkap Yusran.
Ia menyebutkan, pada 2026 terdapat tujuh pulau yang masuk agenda survei pembangunan PLTS Komunal, termasuk Sapuka. Enam lokasi lainnya yakni Kapoposang, Bangkauluang, Dewakang Caddi, Kalukalukuang, Sailus Besar, dan Satanger. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 71 unit PLTS Komunal dapat dibangun hingga akhir 2029.
Untuk mendukung realisasi program tersebut, Yusran meminta masyarakat bersama pemerintah setempat menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan.
Baca Juga : Jejak Peradaban 48.000 Tahun di Pangkep, Fadli Zon Dorong Perlindungan Bulu Sipong 4
"Khusus Sapuka, saya berharap masyarakat bisa membantu menyiapkan lahan. Kita ingin program ini segera direalisasikan sehingga masyarakat bisa menikmati listrik dengan layak," ujarnya.
Selain program kelistrikan, pemerintah daerah juga mengalokasikan sejumlah pembangunan infrastruktur melalui Dinas PUTR pada 2026. Di antaranya pembangunan jalan Kampung Makassar, jalan lingkar Pulau Sapuka, paving blok Kampung Baju, lanjutan jalan setapak Kembang Lemari dekat SMP Satap, serta akses jalan menuju Masjid At-Taqwa dan Masjid Babussalam.
Pada sektor keselamatan transportasi laut, pemerintah merencanakan bantuan 260 unit pelampung. Sebanyak 200 unit untuk Pulau Sapuka dan 60 unit lainnya untuk Pulau Kembang Lemari serta Pulau Tinggalungan.
Baca Juga : HSP ke-98, Pemuda Pangkep Didorong Tingkatkan Kompetensi dan Kreativitas
Sementara untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir, bantuan tali rumput laut masing-masing 260,2 kilogram telah disalurkan kepada Kelompok Laut Biru dan Kelompok Kanippo.
Yusran mengatakan, pembangunan wilayah kepulauan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, kunjungan langsung ke lapangan menjadi penting untuk mengetahui kondisi riil sekaligus mendengarkan aspirasi warga.
"Kehadiran kami di sini untuk menyapa masyarakat, melihat langsung kondisi lapangan, serta mendengar aspirasi dan harapan masyarakat untuk pembangunan ke depan," tuturnya.
Baca Juga : Jambore Tagana se-Sulsel, Gus Ipul Dorong Peningkatan Keterampilan Relawan Bencana
Ia berharap berbagai program yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sapuka, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Pangkep.
Kunjungan bupati bersama Kajari Pangkep, Forkopimda, dan OPD itu disambut antusias masyarakat Pulau Sapuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



