Ahad, 01 November 2026 10:12

31 Tenant UMKM Ramaikan Sunday Market, Makassar Hadirkan Destinasi Wisata Belanja Baru

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri peluncuran Makassar Sunday Market di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (1/11/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri peluncuran Makassar Sunday Market di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (1/11/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar menghadirkan Sunday Market 2026 dengan 31 tenant UMKM di Anjungan Tugu MNEK. Jadi destinasi wisata belanja dan ekonomi kreatif.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan inovasi baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Makassar Sunday Market 2026. Menghadirkan 31 tenant UMKM hasil kurasi, kegiatan ini tidak hanya menjadi pasar akhir pekan, tetapi juga dirancang sebagai destinasi wisata belanja sekaligus ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.

Makassar Sunday Market menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang diperingati pada 9 November 2026.

Kegiatan perdana tersebut berlangsung di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (1/11/2026). Peluncurannya dihadiri langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.

Baca Juga : Launching Early Bird MHM 2027, Pemkot Makassar Tawarkan Diskon hingga 41 Persen

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Sunday Market merupakan salah satu langkah konkret pemerintah kota untuk memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengrajin lokal, serta pedagang dalam memperkenalkan dan memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, pasar akhir pekan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil di Kota Makassar.

"Sunday Market merupakan program yang kami canangkan untuk pemberdayaan UMKM. Ini bukan hanya tempat untuk jual beli, tetapi juga ruang interaksi yang bisa kita bangun," ujarnya.

Baca Juga : HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya untuk Warga

"Bagaimana Sunday Market menjadi tempat masyarakat berkumpul, berbelanja, menikmati kuliner, sekaligus menemukan berbagai produk unik dan kreatif," sambung Munafri.

Melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar, pemerintah kota berupaya menghadirkan wajah baru kawasan wisata Anjungan Pantai Losari melalui Makassar Sunday Market.

Sebanyak 31 tenant UMKM hasil kurasi dihadirkan dalam kegiatan ini. Produk yang ditawarkan tidak hanya memberikan pengalaman wisata belanja, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi produk unggulan dan karya kreatif lokal.

Baca Juga : Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Tawarkan Kolaborasi hingga Akses Makassar Creative Hub

Di balik persiapan kegiatan tersebut, para pelaku UMKM bergerak cepat menyiapkan produk terbaik untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan pengunjung.

Munafri juga mencontohkan sejumlah Sunday Market di luar negeri, termasuk di Melbourne, Australia, yang berkembang menjadi destinasi komunitas dengan memadukan aktivitas perdagangan, produk lokal, seni, hingga kuliner.

Dari konsep tersebut, Munafri melihat ada tiga daya tarik utama yang dapat dikembangkan di Makassar, yakni vintage hunt atau berburu barang unik dan antik, ruang seni dan galeri untuk menampilkan karya kreatif, serta kawasan kuliner yang memberikan kesempatan bagi UMKM memperluas pasar.

Baca Juga : HUT ke-78 GPIB Immanuel, Munafri Ajak Jemaat Jaga Kerukunan dan Keamanan Kota Makassar

Orang nomor satu di Kota Makassar itu berharap Makassar Sunday Market tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial menyambut hari jadi kota, tetapi dapat berlangsung secara rutin setiap akhir pekan.

Ia bahkan mendorong agar konsep penyelenggaraannya terus dievaluasi, termasuk penataan lapak dalam satu area atau tenda besar sehingga interaksi antara pedagang dan pengunjung menjadi lebih nyaman.

"Kalau bisa, kegiatan ini berjalan setiap minggu. Konsepnya juga kita benahi, tidak perlu lagi tenda satu-satu, tetapi satu tenda besar dengan lapak-lapak di dalamnya supaya orang bisa berinteraksi lebih baik," imbuh Appi.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Dorong Makassar Jadi Pusat Medical Tourism di Indonesia Timur

Ia juga menginginkan Sunday Market benar-benar diisi pelaku usaha yang memiliki produk untuk dipasarkan sehingga aktivitas perdagangan dapat berjalan optimal.

Meski mengusung nama Sunday Market, Munafri membuka peluang pelaksanaan kegiatan selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, sebagai bagian dari pengembangan konsep penyelenggaraan.

Lebih jauh, Munafri menegaskan Makassar Sunday Market bukan sekadar ajang promosi dan pemasaran produk ekonomi kreatif, melainkan langkah nyata untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif melalui semangat kolaborasi dan kolaboraksi.

"Konsep ini selaras dengan upaya mempertemukan berbagai subsektor unggulan, khususnya fashion, kuliner, dan kriya, dalam satu ekosistem yang saling menguatkan," tuturnya.

Dijelaskan, ketiga subsektor tersebut memiliki keterkaitan erat. Fashion merepresentasikan identitas dan gaya hidup, kriya menampilkan keterampilan tangan serta kekayaan budaya lokal, sementara kuliner menjadi bagian dari kekayaan cita rasa dan tradisi masyarakat.

Ketika dipertemukan dalam satu ruang, masing-masing subsektor dapat saling mendukung dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.

Pengunjung yang datang untuk melihat produk kriya, misalnya, berpotensi menikmati kuliner yang tersedia. Begitu pula produk fashion dan berbagai karya kreatif lainnya dapat menjadi daya tarik yang mendorong masyarakat untuk kembali berkunjung.

"Ketika berbagai jenis produk berkumpul dalam satu tempat, kita membentuk ekosistem yang sama-sama menguntungkan. Inilah dampak positif dari kerja sama antarpelaku usaha kreatif yang kita harapkan terus berkembang," jelasnya.

Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif, memberikan ruang bagi mereka untuk menampilkan karya, serta memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Tujuannya agar produk kreatif anak bangsa, khususnya dari Makassar, semakin dikenal dan diminati, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan serta kesejahteraan pelakunya.

Selain aktivitas perdagangan, Makassar Sunday Market juga diramaikan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari perlombaan, aktivitas sosial, hingga edukasi yang melibatkan masyarakat.

"Ini adalah proses pemberdayaan yang dilakukan pemerintah kota bersama masyarakat. Kita ingin warga terlibat langsung, mengambil bagian, dan merasakan manfaat dari berbagai upaya yang kita lakukan," ungkapnya.

Munafri optimistis, melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Makassar dapat terus mengembangkan kekuatan ekonomi lokal sekaligus menciptakan ruang-ruang produktif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

"Kita berharap Makassar Sunday Market 2026 berjalan lancar, memberikan manfaat luas bagi masyarakat, serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Makassar," tukas Appi.

31 Tenant UMKM Hasil Kurasi

Digagas melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar, Sunday Market dirancang sebagai wadah pengembangan aktivitas ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif dengan menghadirkan beragam produk kuliner, fashion, kerajinan atau kriya, serta berbagai produk kreatif masyarakat Kota Makassar.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan kehadiran Sunday Market merupakan salah satu upaya pemerintah kota dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menambah daya tarik destinasi wisata unggulan di Kota Makassar.

Menurutnya, Anjungan Pantai Losari dan anjungan mandiri merupakan ruang interaksi publik yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu ikon pariwisata Kota Makassar.

Karena itu, selain memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban, kawasan tersebut juga perlu diisi berbagai aktivitas produktif yang mampu menarik kunjungan masyarakat lokal hingga wisatawan nusantara dan mancanegara.

"Anjungan Pantai Losari merupakan ruang interaksi publik sekaligus daya tarik wisata yang ikonik. Tentu, selain kenyamanan, keamanan, dan ketertiban, perlu ada aktivitas di dalamnya yang menambah daya tarik bagi masyarakat lokal, wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara," ujarnya.

Ia menjelaskan, Makassar Sunday Market menjadi salah satu pilihan aktivitas yang dapat dinikmati masyarakat maupun para pendatang untuk mendapatkan pengalaman berbelanja yang berbeda.

Menariknya, pada peluncuran perdana ini terdapat 31 tenant yang telah melalui proses kurasi oleh tim Dinas Pariwisata. Produk yang ditampilkan memiliki keunikan dan karakter masing-masing.

Beberapa pelaku usaha yang selama ini hanya memasarkan produknya secara daring atau online, kini mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan konsumen melalui penjualan secara luring atau offline.

Bahkan, terdapat produk yang biasanya hanya dapat dipesan melalui sistem pre-order (PO), tetapi sudah bisa diperoleh secara langsung di lokasi kegiatan.

"Ini menjadi salah satu keunikan Sunday Market. Ada produk yang biasanya harus melalui PO, tetapi di sini bisa langsung dibeli," katanya.

"Ada juga pelaku usaha yang selama ini hanya berjualan online, sekarang bisa hadir secara offline dan berinteraksi langsung dengan pembeli," lanjutnya.

Hendra menambahkan, pengembangan Sunday Market tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan industri kreatif lokal, khususnya subsektor fashion, kuliner, dan kriya.

Untuk menciptakan suasana yang lebih hidup, kegiatan ini turut menghadirkan beragam konten pendukung, mulai dari zumba, live music, pertunjukan seni tari, pameran produk, lomba menggambar, hingga kelas public speaking.

Ragam aktivitas tersebut diharapkan menjadikan Sunday Market sebagai ruang publik yang tidak hanya dikunjungi untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat rekreasi, hiburan, edukasi, dan interaksi antarmasyarakat.

Lebih jauh, Hendra menegaskan Makassar Sunday Market bukan sekadar kegiatan temporer dalam rangka memeriahkan hari jadi kota.

Program ini dirancang menjadi agenda rutin yang dapat memberikan ruang berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar.

"Sebetulnya kegiatan ini merupakan program rutin yang akan terus berjalan. Namun, kita luncurkan bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Kota Makassar 2026. Ini sekaligus menunjukkan kepada warga bahwa Makassar memiliki wajah baru lagi," tutup Hendra. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Makassar Sunday Market 2026 #Sunday Market #UMKM Makassar #31 tenant UMKM #Munafri Arifuddin #Pemkot Makassar #Dinas Pariwisata Makassar #wisata belanja #Anjungan Pantai Losari #Ekonomi Kreatif #HUT Makassar 419
Youtube Jejakfakta.com