Jejakfakta.com, Makassar - BMKG Wilayah IV Makassar kembali mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berlangsung selama sepekan dan memicu ketinggian gelombang laut hingga menyebabkan terjadinya banjir rob.
Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah IV Makassar Hanafi Hamzah di Makassar menjelaskan BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem pada 12-16 Februari 2023.

Dengan curah hujan intensitas lebat-sangat lebat yang berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian Barat meliputi Kabupaten Kota Pinrang, Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Takalar.
Baca Juga : Empat Kali Beruntun, MAN Pinrang Kembali Raih Juara Umum Porsema VI
Selanjutnya, di wilayah Sulsel bagian tengah meliputi Kabupaten Sidrap, Soppeng, Gowa. Wilayah Sulsel bagian selatan meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Kepulauan Selayar.
"Rob itu sangat berkaitan dengan pasang, di mana terjadinya gelombang pasang di laut. Potensi tetap ada, biasanya di sekitar pantai Barat Sulawesi Selatan," ujar Hanafi kepada media, Senin (13/2/2023).
Wilayah Sulsel bagian Timur meliputi Kabupaten Bone dan Sinjai. Serta potensi angin kencang di Sulsel bagian Barat dan Selatan. Sehingga, masyarakat diimbau agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulsel.
Baca Juga : Sulsel Jadi Daerah Pertama Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Makassar Dorong Data Investasi
"Biasanya gelombang pasang atau pasang air laut terjadi pada saat menjelang malam hari dari pukul 17.00 Wita dan pukul 20.00 Wita itu puncaknya. Apabila dalam kondisi gelombang tinggi ditambah air pasang tentu menjadi perhatian kita," kata Hanafi.
Untuk ketinggian gelombang dengan kategori sedang 1,25-2,5 meter terjadi di Perairan Parepare, Spermonde Pangkep, barat Kepulauan Selayar, Perairan Sabalana, Teluk Bone bagian utara, Teluk Bone bagian Selatan.
Perairan timur Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate-Kalaotoa bagian Utara, dan Perairan Pulau Bonerate-Kalaotoa bagian Selatan.
Baca Juga : 112 Resmi Diluncurkan di Luwu Timur, Bantuan Darurat Kini Cukup Satu Nomor
Kemudian, ketinggian gelombang dengan kategori tinggi 2,5-4,0 meter di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Spermonde Pangkep bagian barat, Perairan Spermonde Makassar bagian barat, dan Laut Flores bagian Timur.
"Kepada masyarakat kita imbau untuk memperhatikan, tetap waspada, terutama masyarakat yang beraktivitas di laut untuk lebih berhati-hati dan mengedepankan keselamatan," ujarnya.
Hanafi menambahkan untuk kondisi cuaca biasanya fluktuatif, mengingat beberapa hari lalu Kota Makassar dan sekitarnya tidak hujan, namun ada masa cuaca ekstrem terjadi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




