Jejakfakta.com, Makassar - Sebuah operasi penertiban badut dan anak jalanan (anjal) dilakukan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (25/2/2022) kemarin, yang melibatkan Satpol PP dan kepolisian dan Dinas Sosial (Dinsos) Makassar.
Setidaknya 15 orang diamankan karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

Menurut Plt Kepala Dinas Sosial Makassar, Armin Paera, dari 15 orang yang diamankan, 13 di antaranya badut, dan 2 lainnya anjal. Penertiban dilakukan atas laporan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas mereka.
Baca Juga : 21 Daerah Masuk Zona Risiko Tinggi dan Sedang, Penyempitan Ruang Sipil Dinilai Perparah Krisis Ekologis
"Ini menjadi keresahan warga Makassar, banyaknya badut-badut di jalanan akhirnya kita turun melakukan patroli," ujar Armin kepada Jejakfakta, Minggu (26/2/2023).
Setelah diamankan, 15 badut dan anjal tersebut diasesmen dan kemudian dikoordinasikan untuk ditandatangani surat pernyataan oleh orang tua mereka agar anak-anak tersebut tidak lagi melakukan aktivitas di jalanan.
Kericuhan saat razia
Baca Juga : ASN Luwu Timur Masuk Komcad Sulsel 2026, 8 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara
Armin juga mengatakan bahwa selama operasi, terjadi kericuhan di Jalan Adhyaksa Makassar saat seorang badut jalanan diamankan dan keluarganya keberatan.
Keluarga tersebut bahkan melakukan pelemparan batu ke arah mobil petugas hingga mengenai seorang personel Dinsos Makassar.
Namun, setelah mediasi di Rumah Penanganan Trauma Center (RTPC), semua orang yang diamankan dipulangkan dengan catatan orang tua membuat surat pernyataan.
Baca Juga : Pemkab Gowa Fokus Bangun Birokrasi Profesional Lewat Manajemen Talenta ASN
Armin mengungkapkan bahwa rata-rata anak-anak yang diamankan berusia sekolah dasar dan mereka telah aman dan selamat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




