Jakarta Utara - Presiden Joko Widodo, atau Jokowi, mengatakan bahwa wilayah pemukiman di dekat Depo Pertamina Plumpang di Jakarta Utara tidak lagi aman untuk ditempati karena berada di zona bahaya.
Maka dari itu, Jokowi telah memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk menemukan solusi atas masalah ini, baik dengan memindahkan Depo Pertamina atau memindahkan warga yang terdampak.

"Saya telah memerintahkan Menteri BUMN dan Gubernur DKI Jakarta untuk segera mencari solusi atas insiden di Plumpang, terutama karena ini adalah zona berbahaya yang tidak dapat lagi ditempati, tetapi harus ada solusinya."
Baca Juga : IAS: Demokrasi Butuh Akal Sehat, Bukan Isu Ijazah yang Menyesatkan
Jokowi melanjutkan, "Wilayah Plumpang bisa dipindahkan ke area reklamasi, atau penduduknya bisa dipindahkan," ungkapnya.
Pertamina dan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono akan membuat keputusan dalam dua hari ke depan, dan Jokowi tidak dapat memastikan apakah warga dapat kembali ke rumah mereka jika Depo Pertamina dipindahkan.
Jokowi menjelaskan bahwa wilayah pemukiman di dekat Depo Pertamina Plumpang adalah zona air yang seharusnya telah dibuat menjadi sungai, dan juga berbahaya jika berdekatan dengan wilayah pemukiman.
Baca Juga : SBY Menghadap ke Presiden Jokowi, Bahas Apa?
"Wilayah ini seharusnya merupakan zona air, apakah dibuat menjadi sungai atau tidak, harus melindungi objek vital yang kita miliki. Karena ada barang berbahaya di dalamnya yang tidak boleh dekat dengan masyarakat, terutama dengan wilayah pemukiman," kata Jokowi.
Di sisi lain, dia telah memerintahkan semua zona berbahaya di dekat wilayah pemukiman untuk diaudit dan dievaluasi karena menyangkut keselamatan dan keamanan masyarakat.
"Tetapi semua zona berbahaya ini, tidak hanya di sini, harus diaudit dan dievaluasi karena menyangkut nyawa. Saya telah memerintahkan semuanya," kata Jokowi.
Baca Juga : Ekspor Nikel Indonesia Naik Jadi Rp250 Triliun, Presiden Jokowi: Hilirisasi Menjadi Kunci
Dilaporkan bahwa kebakaran di Depo Pertamina Plumpang telah menelan 13 korban jiwa, termasuk 10 orang dewasa dan tiga anak-anak, seperti yang dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan pada hari Sabtu (4/3/2023) kemarin.
Selain itu, 49 orang terluka, termasuk 46 orang dewasa dan tiga anak-anak, dengan jumlah pengungsi dan total kerugian masih belum diketahui.
Untuk membantu memadamkan kebakaran di fasilitas Pertamina, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mengerahkan 52 truk pemadam kebakaran dan sekitar 250 personel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




