Kamis, 23 Maret 2023 15:09

Danny Pomanto: Puasa Melatih Diri untuk Jadi Pemimpin dan Disiplin

Editor : Nurdin Amir
Wali Kota Makassar Danny Pomanto ceramah singkatnya usai salat Subuh berjamaah di Masjid Nur Al Aqsha, Jl Amirullah, Makassar Kamis, (23/03/2023). @Jejakfakta/Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Danny Pomanto ceramah singkatnya usai salat Subuh berjamaah di Masjid Nur Al Aqsha, Jl Amirullah, Makassar Kamis, (23/03/2023). @Jejakfakta/Humas Pemkot Makassar

Danny Pomanto menyebut, ada tiga komponen penting dalam diri manusia, yakni raga, jiwa dan ruh.

Jejakfakta.com, Makassar - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengatakan momen Ramadan menjadi ajang melatih, mengendalikan dan memimpin diri atas nafsu.

Hal itu disampaikan Danny Pomanto dalam ceramah singkatnya usai salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Nur Al Aqsha, Jl Amirullah, Mamajang, Kamis, (23/03/2023). Menurutnya, bulan hakikat dari bulan Ramadan ialah kedisplinan.

"Waktu yang tepat untuk menaklukkan nafsu kita. Itu berarti kita memimpin diri sendiri. Dan hakikat utama dari puasa ialah disiplin," katanya.

Baca Juga : Pesan Menyejukkan Abdul Mu’ti di Syawalan Muhammadiyah Sulsel: Hindari Superioritas, Perkuat Persatuan Umat

Apalagi, kata Danny, dalam Islam segala halnya diatur, termasuk waktu berpuasa juga salat.

"Semua ada waktu-waktunya. Dimulai dengan menentukan hilal atau melihat bulan. Maka dengan itu, di sinilah kita mendidik diri dan melatih kepemimpinan diri. Jika mampu memimpin diri sendiri maka kita akan mampu memimpin keluarga, lalu memimpin masyarakat," jelasnya.

Jadi, sesungguhnya ibadah puasa ialah ibadah yang luar biasa yang mana membatasi kenyamanan dan kenikmatan duniawi. Jika mampu memimpin diri sendiri maka dijanjikan selamat dunia-akhirat.

Baca Juga : Munafri Sowan ke Mantan Wali Kota di Momentum Idulfitri, Dari Danny hingga IAS & Andi Herry

Danny Pomanto menyebut, ada tiga komponen penting dalam diri manusia, yakni raga, jiwa dan ruh.

Dalam jiwa ini merupakan tempatnya nafsu. Sementara ruh langsung dari Allah. Oleh karena itu kerap kali banyak orang tidak sadar bahwa dirinya seringkali berdiskusi dengan dirinya sendiri berkaitan dengan hal baik-buruk.

"Misalnya, saat puasa pada siang hari kita kehausan. Nafsu mengatakan minum saja, tidak ada yang lihat tetapi ruh membantahnya; jangan karena itu membatalkan puasa. Nah itu ruh. Ruh langsung dari Allah. Sementara jiwa melekat di diri kita," sebutnya.

Baca Juga : Dari Rival ke Mitra: Silaturahmi Hangat Appi–Danny Buka Babak Baru Sinergi Makassar

Olehnya, lanjut dia, dikatakan bahwa siapa yang menang dalam berpuasa maka diibaratkan lahir kembali seperti bayi.

"Kembali ke fitrahnya. Bayi yang baru lahir jiwanya masih bersih, belum terkontaminasi nafsu. Begitulah bersih sebagaimana bayi," lanjutnya.

Termasuk, tambah dia, sejalan dengan itu Ramadan makin menguatkan nilai-nilai yang beriringan dengan program Pemkot Makassar.

Baca Juga : Buka Puasa Bersama Polrestabes, Wali Kota Makassar Soroti Aksi Remaja “Tembak-tembakan” Senjata Mainan di Jalan

Seperti, program Jagai Anakta', kata orang nomor satu di Makassar ini bahwa itu harus terus dijalankan dan berkesinambungan oleh masyarakat terutama kepada orangtua.

"Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya peran ibu, sehingga mari bahu membahu terus menerapkan program Jagai' Anakta," tambahnya.

Pendidikan tidak cukup dengan keberanian saja, tetapi harus dengan ilmu. Ilmu berguna untuk menerapkan amal saleh.

Baca Juga : Safari Subuh Ramadan, Munafri Perkuat Silaturahmi Pemkot Makassar dengan Warga Ujung Pandang

"Jangan sia-siakan Ramadan ini. Detik demi detik ialah upaya mengamalkan amal saleh untuk mengisi Ramadan yang penuh berkah ini," ucapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Danny Pomanto #Ramadan #Memimpin Diri #Islam #Ibadah Puasa
Youtube Jejakfakta.com