Rabu, 16 November 2022 19:11

Pemuda Tertusuk Badik saat Angngaru Tarian Tradisional Bugis Makassar di Acara Pernikahan

Editor : Agass
Tangkapan Layar : Aldydork, Grup Whatsapp
Tangkapan Layar : Aldydork, Grup Whatsapp

Angngaru sendiri berasal dari kata dasar "aru", yang artinya adalah "sumpah". Sedangkan "angngaru" (bersumpah) adalah ikrar yang diucapkan orang – orang Gowa pada jaman dulu.

Jejakfakta.com, Makassar - Viral di media sosial, seorang pria tertusuk badik atau keris di bagian dada. Kejadian ini terjadi di Desa Bontopaddingin, Kec. Mandai, Kab. Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu malam 12 November 2022 saat pernikahan melibatkan Warga Bulu 2 dan Perumnas Tumalia.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Jejakfakta.  Awalnya yang bersangkutan sudah diminta oleh masyarakat Untuk tidak "Maggiri" (rangkaian ritual adat), namun yang bersangkutan tetap memaksakan dirinya karena menganggap sudah terbiasa.

Namun, selang beberapa detik saat Badik atau Keris ditusukkan ke bagian dada atas, darah pun keluar bercucuran. Namun Pemuda ini terus melakukan aksi tarian tradisional Bugis Makassar.

Baca Juga : Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Kunci Perkuat Ekonomi Nasional di Hadapan Saudagar Bugis Makassar

Sumpah Setia Tradisi Angngaru Makassar

Angngaru Tadisi Bugis Makassar
Twitter/dg_to

Angngaru sendiri berasal dari kata dasar "aru", yang artinya adalah "sumpah". Sedangkan "angngaru" (bersumpah) adalah ikrar yang diucapkan orang – orang Gowa pada jaman dulu. Tradisi ini biasanya diucapkan oleh abdi raja kepada rajanya, atau sebaliknya, oleh raja kepada rakyatnya.

Pada saat tampil dihadapan Sombayya (Raja/Pemerintah), tubarani yang akan angngaru berlutut dengan posisi badan yang tegap. Tangan kanan memegang badik yang terhunus. Dengan wajah yang menatap ke arah depan dengan kemantapan dan keyakinan hati, sebagai tanda kesetiaan kepada sombayya.

Baca Juga : Tren Nikah Melejit di Sulsel: 168 Pasangan Daftar dalam 4 Hari

Pada jaman dahulu, angngaru dilakukan sebelum prajurit berangkat ke medan perang. Para prajurit terlebih dahulu harus mengucapkan sumpah "aru" (sumpah setia) di depan sombayya. Prajurit bersumpah untuk mempertahankan wilayah kerajaan, membela kebenaran, dan tak akan mundur selangkah pun sebelum mengalahkan musuh yang dihadapi.

Tradisi "angngaru" ini dapat membakar semangat prajurit sebelum berlaga di medan perang. Tradisi ini akan menumbuhkan jiwa ksatria pada tiap individu. Begitulah tradisi angngaru dilakukan pada masa peperangan.

Selepas masa perang berakhir, tradisi ini masih dilakukan. Para pejabat kerajaan yang baru dilantik harus melakukan tradisi ini. Pejabat baru mengucapkan sumpah di depan sombayya. Bahwa mereka akan bersungguh – sungguh dalam melaksanakan tugas – tugas pemerintahan kerajaan dan menjunjung tinggi kemuliaan raja.

Baca Juga : Lonjakan Nikah Usai Lebaran, KUA Tetap Buka Layanan Meski Terapkan WFA

Beberapa sumber lainnya ada yang menyebut "Angngaru" sebagai tarian, karya sastra, dan tradisi.

Tradisi ini berisi pesan moral, penjagaan terhadap bahaya, dan kesiagaan perlindungan. Pesan yang dibawa tercermin dari gerakan pangraru (pelaku angraru) yang disertai dengan ucapan lantang.

Hanya orang – orang tertentu yang bisa membawakan tradisi ini. Tidak sembarang orang bisa membawakan tradisi ini, karena dibutuhkan keahlian khusus. Dalam pementasannya, pelaku angngaru juga memainkan senjata khas Sulawesi Selatan. Senjata yang digunakan yakni Badik. Dalam filosofinya badik dianggap sebagai simbol penjagaan dan perlindungan.

Pada masa sekarang, "angngaru" sering dipertunjukkan dalam kegiatan adat, kegiatan pemerintahan, maupun dalam penyambutan tamu – tamu kehormatan. Bahkan dalam upacara pernikahan pun angngaru sering ditampilkan.

Baca Juga : Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan PSBM-KKSS Bersama Tokoh Nasional

Ritual ini menyampaikan simbol jika tamu yang berkunjung akan dijamin keselamatan dan kenyamanannya selama berada di daerah yang dikunjungi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Tradisi Bugis Makassar #Angngaru #Bugis Makassar
Youtube Jejakfakta.com