Selasa, 11 April 2023 08:48

Masjid Terapung Makassar Amirul Mukminin Adakan Qiyamul Lail dan Zikir 10 Terakhir Ramadan, Mulai Malam Ini

Masjid Terapung Pantai Losari Makassar Amirul Mukminin. [Foto: @angga_fpv2an]
Masjid Terapung Pantai Losari Makassar Amirul Mukminin. [Foto: @angga_fpv2an]

"Mengundang dengan hormat bapak/ibu kaum muslimin dan muslimar untuk menghadiri zikir dan qiyamul lail di Masjid Amirul Mukminin Terapung," kata panitia Amirul Mukminin.

Makassar - Panitia Masjid Terapung Makassar Amirul Mukminin Pantai Losari mengadakan zikir dan qiyamul lail pada malam 10 terakhir Ramadan 1444 H. 

Panitia Amirul Mukminin mengundang Anda datang dalam agenda itikaf mencari lailatulqadar ini, mulai malam ini atau malam 21 Ramadan, Pukul 01.00 Wita Rabu (12/4/2023).

"Mengundang dengan hormat bapak/ibu kaum muslimin dan muslimar untuk menghadiri zikir dan qiyamul lail di Masjid Amirul Mukminin Terapung," kata panitia melalui media.

Baca Juga : Bekal Menuju Malam 1000 Bulan

Qiyamul lail Masjid Terapung diagendakan selama malam-malam ganjil 10 terakhir Ramadan ini. 

"Setiap pukul 01.30 dini hari. Atas kehadirannya semoga Allah merahmati dan memberkati kita semua, aamiin Ya Rabbal Alamin," kata panitia.

Foto dari udara Masjid Terapung Amirul Mukminin di Pantai Losari Makassar. [Foto: IG @adin6190]

Baca Juga : Itikaf 10 Terakhir Ramadan: Syarat, Rukun hingga Amalan Pentingnya

Itikaf

Itikaf menjadi cara ideal umat Islam mencari malam kemuliaan Lailatulqadar di malam-malam 10 terakhir Ramadan. 

Qiyamul lail merupakan amalan paling dianjurkan selama itikaf. Ada salat, doa dan membaca Alquran dalam qiyamul lail.

Masjid Terapung Amirul Mukminin Makassar dari udara. [Foto: @den_dayat_]

Doa-doa yang dipanjatkan di malam Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan, pahala ibadah dilipatgandakan, dan banyak faedah lainnya. Inilah alasan banyak muslim memilih amalan Itikaf di malam 10 terakhir Ramadan.

Itikaf berasal dari kata ‘akafa (عكف) yang berarti al habsu (الحبس) adalah mengurung diri atau menetap.

Diartikan pula bahwa Itikaf adalah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.

Masjid Terapung Amirul Mukminin di Pantai Losari Kota Makassar. [Pinterest]

Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, pengertian itikaf secara bahasa adalah berada di suatu tempat dan mengikat diri kepadanya.

Itikaf bisa dilakukan kapan saja, bukan hanya di bulan Ramadan. Bahkan Anda dapat beritikaf dalam rentang waktu antara Magrib ke Isya di masjid.

Namun, Itikaf di bulan Ramadan, jelas jauh lebih primadona. Sebab dalam bingkai Ramadan sendiri, segala ibadah dilipatgandakan pahalanya.

Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya Fiqih Islam wa Adilatuhu mengatakan bahwa itikaf dianjurkan pada semua waktu, di bulan Ramadan atau di bulan lainnya. Serta dilakukan pada suatu masjid.

Rasulullah Saw selalu melaksanakan itikaf di bulan Ramadan. Baginda tak pernah melewatkan Itikaf hingga datang ajal. Dari Aisyah, ia berkata:

أَنَّ النَّبِيِّ كَانَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ إِلَى أَنْ تَوَفَّاهُ اللَّهُ تَعَالَى

Artinya: "Nabi SAW dulu senantiasa beritikaf selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan sejak beliau tiba di Madinah sampai beliau wafat." (HR Muttafaq Alaih).

Syarat dan Rukun Itikaf:

1. Niat mendekatkan diri kepada Allah Swt

Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung dengan niatnya." (HR Bukhari dan Muslim).

Ada beberapa bacaan niat itikaf, silakan Anda pilih.

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالَى

Nawaitul i'tikaafa fii haadzal masjidi lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat itikaf di masjid ini karena Allah SWT."

Atau:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ

Nawaitu an a'takifa fii haadzal masjidi maa dumtu fiihi

Artinya: "Saya niat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya."

Atau niat singkat ini: 

نويت الاعتكاف لله تعالي

“Nawaitul I’tikaf Lillahi Ta’ala”

2. Berdiam di dalam masjid sekurang-kurangnya selama tuma’ninah salat.

Saat berdiam atau berada di masjid, orang yang beritikaf meninggalkan perbuatan-perbuatan yang terlarang.

Sebagaimana firman Allah SWT “…Tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beritikaf dalam masjid.” (QS Al-Baqarah: 187).

3. Islam dan suci serta sudah akil baligh.

Yang beritikaf harus muslim, berakal, suci dari hadas besar (ada pendapat yang mengatakan bahwa hadas kecil juga membatalkan itikaf), dan harus di masjid.

Itikaf dianggap sah bila memenuhi tiga rukun tersebut di atas.

Amalan-amalan saat Itikaf

1. Salat

Salat adalah amalam utama saat itikaf. Baik salat fardu maupun sunah, baik berjamaah maupun yang sendiri. Seperti salat lima waktu, salat rawatib (qabliyah dan ba'diyah). Tentunya salat-salat sunah yang dianjurkan seperti tahajud.

2. Berzikir

Berzikir adalah amalan yang dianjurkan saat beritikaf. Itikaf bukanlah tinggal melamun atau dengan pikiran kosong di masjid. Itikaf adalah upaya mendekatkan diri kepada-Nya.

Zikir dapat ditempuh dengan berbagai cara seperti membaca Alquran, membaca dan memahami kandungan makna ayat Alquran, membaca asmaul husna, dan sebagainya.

3. Berdoa 

Itikaf adalah kesempatan ideal berdoa kepada Allah dengan mohon ampunan, rahmat serta ridha-Nya, hingga apa saja yang kita inginkan.

Apatah lagi jika doa Anda menemui turunnya Lailatulqadar. Wallahu a'lam.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Masjid Amirul Mukminin Terapung #Masjid Terapung Makassar Amirul Mukminin #qiyamul lail #Lailatulqadar
Youtube Jejakfakta.com