“Kami ingin merubah persepsi bahwa pertambangan adalah industri maskulin. Kita sadari populasi perempuan lebih banyak di dunia, begitu juga di Indonesia, di antara mereka banyak yang punya potensi yang sama bahkan lebih dari laki-laki. Kita ingin menjaring talenta perempuan untuk bergabung di industri tambang,” ungkap Febri.
Dia menuturkan, bahwa tidak berarti PT Vale Indonesia mengesampingkan laki-laki, melainkan ingin mempromosikan kesetaraan kesempatan dan bertujuan menghapus bias bahwa laki-laki harus lebih unggul dari perempuan.

Salah satu pernyataan menarik dari Febriany Eddy adalah kunci sukses dalam karir bergantung pada masing-masing individu pekerja, dan bukan ditentukan oleh orang lain. Sehingga ketika ada tantangan di dalam karir, alih-alih menyalahkan pihak lain, dibutuhkan kemauan dan kesadaran untuk mengevaluasi hal-hal apa dari diri sendiri untuk diperbaiki.

Febri mengisahkan saat ini perjalanan karirnya telah berjalan 15 tahun dan Ia memilih PT Vale sebagai perusahaan untuk mengembangkan karir karena nilai-nilai keselamatan sangat dijunjung tinggi. “Tidak ada gunanya kita bicara karir dan uang jika perusahaan tidak peduli pada keselamatan manusia. Dan di PT Vale, life is matter most. Keselamatan sangat sakral juga fundamental di sini,” katanya.
“Selain itu komitmen untuk menjaga lingkungan. Kita bisa lihat Danau Matano sangat dekat dengan area penambangan kami. Bahaya terbesar dari penambangan itu adalah air limpasannya, namun kita bisa saksikan Danau Matano masih terjaga, jernih, dan airnya bisa diminum. Padahal itu air limpasan tambang. Ini salah satu bukti keseriusan PT Vale menjaga kelestarian tlingkungan,” sambung Lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia ini.
Baca Juga : Safari Ramadhan di Nuha, Bupati Irwan Paparkan Visi Besar Sorowako sebagai Destinasi Unggulan di Sulsel
Sub Judul// Panelis Berinteraksi dengan Peserta, Bawa Contoh Nyata Keberagaman di PT Vale
Sesi berbagi diisi oleh empat panelis utama dari PT Vale yakni Head of People and Culture Gustaf Ganna Songgo, Manager Converter Maintenance Bayu Maulana, Senior Mines Operator Yurnia Malwin, dan Senior Coordinator Operation Improvement Viviyanti Frans. Manager HRBP & Industrial Relations Lasmaria Pulungan.
Mereka membagikan pengalaman selama berkarir di PT Vale, khususnya bagaimana perseroan menjunjung tinggi keragaman, sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang berasal dari lebih dari 100 universitas di Indonesia.
Baca Juga : Angkat Potensi Daerah, Bupati Irwan Paparkan Kekuatan Luwu Timur di Hadapan Pangdam XIV Hasanuddin
Head of People and Culture Gustaf Ganna Songgo mempresentasikan rekam jejak PT Vale membangun bisnis yang beroperasi di 5 benua dan 38 negara dengan jumlah karyawan kurang lebih 70 ribu. Selain itu, Gustaf menjabarkan tujuan, nilai-nilai, perilaku utama, fokus, dan ambisi PT Vale.
Dia melanjutkan, saat ini PT Vale terus mengembangkan investasi yakni di Blok Pomalaa, Blok Bahodopi, Sorowako HPAL, dan Tanamalia. Seluruh proyek tersebut, kata Gustaf, membuka peluang bagi para peserta dan talenta-talenta muda di seluruh Indonesia untuk bisa berkontribusi dalam lingkungan kerja pertambangan. “Kebutuhan tenaga kerja di proyek pengembangan tersebut kurang lebih 10.000 orang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




