Sabtu, 19 November 2022 07:18

Banjir Kemarin, Seret Rumah di Parepare, Tembus Kawasan Urat Nadi Makassar

Warga histeris dan dua unit rumah panggung hanyut di daerah Tengah Galung, Kecamatan Bacukiki, Parepare, Jumat (18/11/2022).
Warga histeris dan dua unit rumah panggung hanyut di daerah Tengah Galung, Kecamatan Bacukiki, Parepare, Jumat (18/11/2022).

Banjir Sulsel Jumat kemarin tak membawa korban jiwa. Banjir manyeret rumah warga Parepare, anak-anak dan edisi banjir Makassar kali ini sudah menembus kawasan urat nadi kota daeng.

Makassar, jejakfakta.com - Banjir Sulsel Jumat kemarin tak membawa korban jiwa. Banjir manyeret rumah warga Parepare, anak-anak dan edisi banjir Makassar kali ini sudah menembus kawasan strategis kota.

Banjir di Kota Parepare, Sulsel, Jumat (18/11), merendam sejumlah kecamatan dan arusnya menghanyutkan dua rumah warga.

Koordinator Basarnas Parepare, Dadang Tarkas, mengonfirmasi, dua unit rumah panggung hanyut di daerah Tengah Galung, Kecamatan Bacukiki. Tengah Galung (tengah sawah) dikenal dengan sebutan akronim: Tegal.

Baca Juga : Bupati Gowa Hadiri Hari Jadi ke-66 Parepare, Dorong Sinergitas Antar Daerah

Puluhan rumah warga yang berada di tengah persawahan Parepare ini terkepung banjir yang tingginya di atas satu meter.

Total empat kecamatan di Parepare terendam banjir yang menyusul hujan kemarin.

"Ada empat kecamatan dilanda banjir, terparah di Kecamatan Bacukiki dan Kecamatan Ujung. Kita mengevakuasi ratusan warga yang terjebak banjir," kata Dadang dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/11/2022).

Baca Juga : PN Makassar Kabulkan Praperadilan Jurnalis Antara, Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Kekerasan 2019 dalam 60 Hari

Video rekaman seorang ibu jatuh pingsan (?) karena rumahnya hanyut terbawa banjir, adalah benar, kejadian dalam wilayah Bacukiki, Tegal.

Video tersebut viral dan mengundang simpati warganet.

Warga Parepare mengklaim banjir Jumat kemarin lebih parah dari sebelumnya. Banjir kali ini mulai setinggi lutut, semeter dan ada lokasi yang banjirnya seleher orang dewasa. Banjir tahun-tahun sebelumnya paling banter selutut.

Baca Juga : Ahli Pers Dewan Pers: Praperadilan Kekerasan Jurnalis Dapat Dikabulkan

Dilaporkan, 200-an kepala keluarga korban banjir Parepare terpaksa mengungsi. Tak ada korban jiwa.

Saat sama, Kota Makassar juga terkepung banjir. 

Kali ini, sejumlah kawasan urat nadi Kota Makassar tak lolos dari cap bebas banjir, ya, banjir. 

Baca Juga : Terima Setoran Bandar Narkoba, Kasat dan Kanit Narkoba Polres Toraja Utara Dipecat dari Kepolisian

Di Kawasan Industri Makassar (PT KIMA), tepatnya di Jl Kima 3, Daya, Biringkanaya, ketinggian banjir sampai perut orang dewasa. Sejumlah kendaraan roda empat mati mesin alias mogok ketika berusaha menerobos.


Depan gerbang Jl Kima 3, Jl Kima Raya 1 yang berbatasan langsung Terminal Regional Daya dan Pasar Niaga Daya, praktis terendam banjir. 

Baca Juga : Bertrand Eka Prasetyo Diduga Tewas Ditembak Polisi, Polda Wajib Beri Sanksi Etik dan Pidana

Tingginya selutut orang dewasa bahkan lebih. Kendaraan roda dua tak bisa mengakses, roda empat saja terpantau banyak yang mundur. Tersebab, makin dekat ke Kima 1, makin dalam banjirnya dan berarus deras.


Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar juga diterjang banjir.

Jalan utama masuk menuju gerbang dua bandara Makassar terendam banjir. Ketinggian air membuat kendaraan roda marayap.


Banjir jugat tak luput di gerbang Tol Insinyur Sutami, dari arah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Biringkanaya.

Banjir di gerbang Tol Insinyur Sutami, Makassar, Jumat (18/11/22) malam.

Dari Bandara, ke utara Makassar, jalan trans Sulawesi di Maros juga terendam, tepatnya daerah Bulubulu. Alhasil, banjir membuat lalu lintas macet.

Banjir juga menembus Markas Polda Sulsel, di Biringkanaya. Ransel, tameng personel hanyut terbawa arus air.

Banyak sendal diperkirakan turut hanyut. Banjir melanda saat Jumatan berlangsung.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana, mengonfirmasi, banjir tembus Mapolda saat tengah hari Jumat.

"Sudah surut dari tadi. Itu pas tadi siang," kata Komang Suartana kepada wartawan.

Di Sudiang, arus banjir deras, sampai-sampai menghanyutkan tiga anak kecil. Lokasi tidak jauh dari Asram Haji. Ketiga korban ditemukan selamat.

Dua kecamatan di Kota Makassar terdampak banjir paling parah: Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala. Ratusan warga mengungsi.

Hingga berita ini ditulis, hujan intensitas rendah terpantau di wilayah utara Makassar: Biringkanaya dan Tamalanrea.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Kota Parepare #Tengah Galung #Jl Kima 3 #Polda Sulsel #Kecamatan Bacukiki #Tol Insinyur Sutami #Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar #Pasar Niaga Daya
Youtube Jejakfakta.com