Jejakfakta.com, Makassar - Sindrom baby blues merupakan kondisi mental yang dialami para ibu pasca melahirkan, kondisi tersebut seperti merasakan cemas dan sedih yang berlebihan. Hal ini rentan dialami para ibu yang melahirkan bayi pertamanya.
Psikolog Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Nur Hafidzah Tanawali, mengatakan baby blues terjadi ketika seorang ibu tidak siap secara mental dalam menghadapi bayi pertamanya, sehingga ia merasakan depresi dan sedih berlebihan yang dapat berbahaya bagi ibu dan bayinya.

"Baby blues itu ketika kita tidak siap secara mental untuk punya anak. Tidak siap dengar suara anak menangis, asih tidak keluar atau harus begadang," kata Nur Hafidzah, kepada Jejakfakta.com.
Baca Juga : Asisten I Setda Makassar Andi Muhammad Yasir Wafat
Kata Nur Hafidzah, seorang ibu mengalami stres jika tidak mendapat dukungan dari orang sekitarnya, suami atau keluarga lainnya.
"Merasa 24 jam bersama bayi tidak punya kehidupan lain itu yang membuat stres. Harus mengurus bayi sendiri tanpa ada support. Dan berbahaya untuk ibu dan anak," katanya.
Nur Hafidzah menuturkan, sebagai calon ibu harus mempersiapkan mental dan mengetahui apa yang harus dilakukan, baik sebelum program kehamilan dan yang sedang mengandung. "Serta pentingnya peran seorang Ayah menjadi suport sistem untuk ibu dan bayinya," jelasnya.
Baca Juga : 2.181 Usulan Masuk Musrenbang 2026, Munafri Bongkar “Deep State” di Birokrasi Makassar
Tak hanya itu, pentingnya seorang ibu menghindari penyebab timbulnya depresi dan lebih mengatur pola hidup sehat saat proses kehamilan dan pasca melahirkan.
"Ibu hamil perlu menghindari ketika ada sumber stres yang muncul, itu bisa jadi dari sosial media. Kita coba berjedah dengan sosmed tersebut atau kita berjedah dengan masalah tersebut, artinya kita pergi sebentar misalnya stengah jam kita pergi menghirup udara segar, kita konsumsi makanan yang sehat," ujarnya.
Meski demikian, sindrom baby blues dapat dilakukan dengan persiapan diri, secara fisik, mental dan materil. Mencari informasi persoalan merawat anak, serta pentingnya berbagi beban dan tanggung jawab bersama pasangan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




