Jejakfakta.com, Pangkep - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melalui Pemerintah Kabupaten Pangkep akan membangun Rumah Produksi Bersama (RPB) pengelolaan garam di Labakkang.
Pembangunan RPB dalam rangka mendukung Major Project pengelolaan terpadu UMKM komoditas garam di kabupaten, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) di Maccini Baji, Labakkang, Kamis (10/8/2023).

Turut hadir Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kemenkop UKM Ali Alkatiri, Kepala OPD, Camat Labakkang, Kapolsek Labakkang.
Baca Juga : Bupati Pangkep Kembali Pimpin IKA Perikanan Unhas: "Jangan Sekadar Temu, Tapi Harus Berdampak"
RPB tempat bagi para pelaku UMKM dalam melakukan aktivitas produksi secara bersama dengan komoditas produk yang serupa, ketergantungan atas keterampilan tenaga kerja serupa, atau penggunaan teknologi yang saling melengkapi.
Pembangunan RPB untuk komoditas garam di kabupaten Pangkep ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditi garam, Khususnya pemgembangan pada sektor industri.
Ali Alkatiri menjelaskan pembangunan RPB ini akan dilengkapi peralatan produksi yang dibutuhkan.
Baca Juga : Bupati Pangkep Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Peserta Kenakan Pakaian Adat
Produk akhir dari RPB ini adalah garam konsumsi dan garam industri.
"Paling penting, kita tidak hanya membangun fisik dan alat tapi juga mendampingi terbentuknya ekosistem bisnisnya, mulai tambak, koperasi dan pasar. Alhamdulillah, berkat dukungan Pemda semua sudah tersambung, tinggal kita kuatkan dan jaga keberlanjutannya," jelasnya.
Bupati Pangkep MYL mengatakan, Pemkab sangat mendukung pembangunan RPB ini. Ia beralasan animo masyarakat sangat besar terhadap tambak garam.
Baca Juga : Ribuan Alumni Perikanan Unhas Siap Berkumpul di Tamalanrea
Bahkan katanya, sejumlah tambak ikan dan udang beralih ke garam khususnya saat musim kemarau.
"Inilah yang kita harap, jangan ada lahan tidur khususnya wilayah tambak. Melalui program yang ada, masyarakat tetap harus mendapatkan pendapatan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




