Jejakfakta - Umumnya orang menghindari satwa liar tak berkaki, ular. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi pekarangan rumah mereka mengundang kedatangan reptil ini.
Berikut ini kondisi paling umum lingkungan rumah yang mengundang “minat” ular dan cara mencegah kedatangannya.

Sumber Makanan
Baca Juga : TP PKK Kota Makassar Ajak Kader Se-Kecamatan Wajo Massifkan Pengelolaan Sampah
Menurut penelitian, ular biasanya makan beberapa kali dalam sepekan saat sumber makanan tersedia. Makanan ular bervariasi menurut spesies, kebanyakan ular memakan hewan pengerat kecil (seperti tikus), katak, dan burung.
Jika makanan ular tersebut ada di sekitar rumah Anda maka berikut ini solusinya:
- Periksa halaman Anda untuk mencari tanda-tanda hewan pengerat. Karena biasanya tidak terlihat di siang hari, ular bisa hadir tanpa Anda sadari. Cari lubang dan liang di tanah yang mereka gunakan untuk bersembunyi dari pemangsa. Kadang-kadang Anda bahkan dapat menemukan kotoran di halaman Anda. Jika populasinya cukup besar, Anda bahkan dapat melihat jejak ular yang terlihat di rerumputan.
Baca Juga : Wujudkan Makassar Zero Waste, Melinda Aksa Tinjau Pengelolaan Sampah Kecamatan Mamajang
- Bersihkan properti Anda. Jangan tinggalkan makanan lama atau sampah di sekitar hewan pengerat yang bisa digunakan untuk makan.
- Jaga rumput Anda tetap terpangkas dan semak-semak dipangkas.
- Hewan pengerat juga akan bersembunyi di tumpukan kayu atau di gudang/garasi. Blokir semua pintu masuk yang dapat mereka gunakan untuk mengakses bangunan luar. Jaga agar tumpukan kayu tetap tertutup dan ditinggikan.
Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Siap Sambut Penilaian Adipura, Asisten Perekonomian Tekankan Pentingnya Kebersihan
- Jangan tinggalkan makanan hewan dan air semalaman.
Sumber Air
Ular membutuhkan air untuk bertahan hidup. Beberapa spesies bahkan tumbuh subur di lingkungan basah. Sumber air umum termasuk genangan air hujan, kolam, danau dan sebagainya.
Baca Juga : Pemdes Solo Implementasikan Program Strategis Bupati Melalui “Jumat Bersih Juara”
Setelah hujan, perhatikan di mana genangan air terbentuk di halaman Anda, timbunlah dengan tanah.
Jaga agar kolam tetap terpelihara dengan perawatan dan pembersihan yang tepat.
Potong rumput dan tanaman di sekitar badan air di properti Anda.
Baca Juga : Ketua TP PKK Makassar Ajak Warga Galakkan Pemilahan Sampah dari Rumah
Pertimbangkan untuk membangun pagar kecil di sekelilingnya agar ular tidak bisa memanjatnya.
Kondisi Rumput
Ular akan mencari perlindungan di mana saja mereka bisa menemukannya. Rerumputan tinggi dan semak-semak yang ditumbuhi memberikan perlindungan yang sempurna untuk ular dari pemangsa dan juga memungkinkan mereka untuk menyamarkan diri saat menyelinap ke mangsanya.
Hindari menyirami rumput Anda secara berlebihan. Penyiraman yang berlebihan tidak hanya membuat rumput tumbuh lebih cepat dan perlu dipangkas lebih sering, tetapi juga menarik katak, kodok, dan hama lain yang merupakan sumber makanan alternatif yang baik untuk ular.
Lingkungan Sejuk
Ular berdarah dingin dan lebih suka menghabiskan sebagian besar waktunya saat tidak berburu di lingkungan yang sejuk, gelap, dan lembab. Kondisi ini mencegah ular dari kepanasan dan memungkinkan ular menjadi dingin setelah berburu. Ular sering ditemukan bersembunyi di tumpukan kayu, semak-semak, garasi, dan gudang.
Cobalah untuk membuat tempat persembunyian umum ini kurang menarik bagi ular.
Jaga agar ruang terbuka tetap bersih. Bersihkan tumpukan kayu, puing-puing, tumpukan batu, mainan dan aksesoris biliar, mainan anak-anak, dll. Ular akan mencari apa saja yang dapat menumpuk dan tetap tidak terganggu untuk bersembunyi.
Sebagian besar spesies ular tumbuh subur saat kelembapan antara 40 dan 50 persen. Pertimbangkan untuk menggunakan pengatur tingkat kelembapan udara (dehumidifier) di garasi dan gudang untuk menjaga tingkat kelembapan tetap rendah.
Periksa fondasi dan bagian luar rumah/bangunan lain Anda. Kesenjangan dan retakan pada fondasi, dinding luar, garasi, dan gudang menyediakan tempat persembunyian yang ideal bagi ular. Segera perbaiki celah, retakan, dan lubang.
Sebagian besar ular tidak berbahaya bagi manusia dan, pada kenyataannya, dapat bermanfaat untuk dimiliki karena mereka membantu mengendalikan populasi hama lainnya. Jika Anda memiliki masalah dengan ular, hubungi perusahaan pengendalian hama setempat untuk rencana pencegahan dan pembasmian ular yang paling sesuai dengan situasi Anda. (callnorthwest).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




