Ahad, 27 Agustus 2023 01:46

Perguruan Silat Budaya Makassar Tampilkan Drama Silat Cerita Rakyat

Editor : Redaksi
Ikatan Perguruan Silat Budaya Makassar menampilkan drama cerita rakyat dengan tema Orang yang Tidak Ingin Dipermalukan dalam Makassar Festival F8, Sabtu, (27/08/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Ikatan Perguruan Silat Budaya Makassar menampilkan drama cerita rakyat dengan tema Orang yang Tidak Ingin Dipermalukan dalam Makassar Festival F8, Sabtu, (27/08/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Menjaga harkat dan martabat keluarga.

Jejakfakta.com, Makassar - Ikatan Perguruan Silat Budaya Makassar menampilkan drama cerita rakyat dengan tema Orang yang Tidak Ingin Dipermalukan dalam Makassar Festival F8, Sabtu, (27/08/2023).

Drama itu menceritakan mengenai seorang putri Karaeng Raja yang disandera oleh seorang bangsawan yang tidak memiliki budi pekerti luhur.

Deng Gangga, putri Karaeng itu awalnya keluar rumah tanpa sepengetahuan bapaknya.

Baca Juga : Danny Pomanto Ajak Konsulat Jenderal Filipina Tampil di Festival F8

Namun secara tidak sengaja kepergian itu diketahui oleh pengawalnya.

Mengetahui kepergian putrinya tanpa izin itu membuat sang Karaeng murka.

Dia kemudian mengutus dua pengawalnya untuk mencari sang anak tercinta.

Baca Juga : Indahnya 13 Busana Pesta 'Barbie' Karya Desainer Filipina Pitnapat di Panggung F8 Makassar

Dalam kepergian Deng Gangga tak disangka bertemu dengan dua pengawal seorang bangsawan bernama Ballaco.

Dua pengawal itu ternyata berhasil menculik dan menyandera anak Karaeng.

Dua pengawal yang masing-masing satu lelaki dan satu perempuan itu berhasil mengendus keberadaan putri cantik itu.

Baca Juga : Desainer Vietnam Hadirkan Koleksi Dress Elegan di Festival F8 Makassar

Mereka berhasil mengalahkan para pengawal Ballaco. Sayangnya saat ingin menyelematkan anak itu pengawal laki-laki Karaeng tewas dan pengawal perempuan terluka.

Meski begitu, pengawal yang terluka berhasil menyampaikan pesan bahwa Ballaco-lah yang menyandera buah hatinya.

Tetta sang putri pun tambah murka. Alhasil dia sendirilah yang langsung menghadapi musuhnya itu.

Mereka bertarung dengan seru. Perpaduan silat dan badik keduanya begitu apik.

"Kau bangsawan tetapi prilakumu tidak sesuai. Kau berani menyandera, menculik anak saya. Artinya kau telah menginjak harkat dan martabat saya," kata sang Karaeng kepada Ballaco.

Karaeng mengatakan dirinya juga berhasil membalaskan harkat dan martabatnya yang menghina mereka.

Badik Karaeng mampu membunuh lawannya. Ballaco pun tewas ditangannya.

Setelah berhasil menyelematkan sang anak, Karaeng berpesan agar jangan mengulangi perbuatan tersebut.

"Jangan sekali-kali berbuat hal demikian jika tidak ingin Tettamu dibunuh. Camkan itu," pesannya.

Apalagi dengan orang yang tak dikenal itu akan merusak harkat dan martabat keluarga.

Ikatan Perguruan Silat Budaya Makassar menampilkan drama cerita rakyat dengan tema Orang yang Tidak Ingin Dipermalukan dalam Makassar Festival F8, Sabtu, (27/08/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Penampilan Ikatan Perguruan Silat Budaya Makassar mendapatkan apresiasi penonton F8.

Salah satu tujuan didirikan komunitas ini ialah membangun mental dan fisik dalam rangka membangun semangat kebangsaan, ketahanan sosial dan nasional yang tangguh.

Selain budaya silat, ada pula persembahan dari Pemerintah Kalimantan Utara yang menampilkan tarian budaya asal Kaltara.

Ada enam perempuan cantik asli Dayak yang membawakan tarian dengan indah.

Kali ini merupakan pertunjukan kedua mereka setelah setelah tampil pertama pada Jumat, kemarin. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Ikatan Perguruan Silat Budaya Makassar #drama cerita rakyat #Festival F8 #martabat keluarga #Karaeng Raja
Youtube Jejakfakta.com