Jejakfakta.com, Makassar - DP3AP2KB bersama BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan didukung oleh UNICEF, Yayasan Jenewa Madani Indonesia dan Tanoto Foundation melaksanakan kegiatan Launching Percepatan Penurunan Stunting dan Kampanye Perubahan Perilaku oleh Babinsa Se-Sulawesi Selatan, Senin (28/08/2023).
Stunting atau sering disebut pendek adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia dua tahun.

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia tahun 2022, angka Stunting di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 18,6%. Dengan persentase tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya dan kerjasama dari berbagai kalangan untuk bersama menurunkan angka stunting dengan target penurunan 14% di tahun 2024 nanti.
Baca Juga : Kasus Penyiksaan Tragis di Makassar: Orang Tua dan Kakak Kandung Jadi Tersangka
Kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber yaitu dr. Djunaidi M Dachlan Tim TGUPP Sulsel dan Kolonel INF Persada Alam Asisten Teritorial Kodam 14 Hasanuddin.
Kegiatan ini dibuka oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsjad.
"Stunting di Sulawesi Selatan masih cukup tinggi, sehingga dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari Babinsa dan pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan melalui berbagai program dan pelibatan di setiap kegiatan," ujar Muhammad Arsyad, dalam menyampaikan amanat Gubernur Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Tragis! Dua Bocah di Makassar Disekap dan Disiksa Orang Tua Sendiri
Kegiatan ini dihadiri oleh 260 peserta offline yang terdiri dari Babinsa, Muspida, OPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua TPPS, Bappeda, DP3AP2KB, PKK, dan PMD Se-Sulawesi Selatan serta ratusan peserta offline dari seluruh Babinsa Se-Sulawesi Selatan. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




