Jejakfakta.com, Makassar - Pengemudi becak motor (Bentor) yang menyeret seekor anjing di jalan raya di kota Makassar, meminta maaf atas kejadian yang sempat viral di media sosial.
"Saya minta maaf. Tidak ada kesengajaan di situ (menyeret anjing)," kata Arman saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Kamis (31/8/2023).

Arman mengaku, ia diminta untuk membawa anjing tersebut disalah satu sekolah dengan diberikan upah pada pemilik anjing tersebut.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026

"Saya harus disuruh untuk bawa anjing ini," bebernya.
Ia mengatakan pada saat anjing tersebut ingin dinaikkan dibentornya, anjing itu mengamuk, sehingga Arman pun berinisiatif untuk menariknya dari atas bentor.
"Sampai di Jalan Bawakaraeng anjingnya masih jalan. Nanti di lampu merah sudah ngos-ngosan. Tapi saya pikir, lampu merah makanya harus cepat disitu," ungkapnya.
Baca Juga : Dulu Ditertibkan, Kini Diberi Ruang Usaha: Appi Hidupkan Ekonomi Rakyat Lewat CFD Jalan Rusa
Arman mengaku baru mengetahui anjing terseret setelah ditegur oleh pengendara lain.
"Nanti ada orang dari belakang tegur kalau anjingnya terseret makanya saya singgah dan dibantu orang yang lewat kasih naik di bentor," tandasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol mengatakan, pihaknya telah melakukan penegakan hukum secara persuasif. Polisi mempertemukan pelapor dan terlapor.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Raih Grand Baznas Award 2026, Targetkan Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional
"Hari ini (kemarin) kita lakukan mediasi dalam upaya penegakan hukum secara persuasif. Maka hari ini kita selesaikan secara bersama," katanya.
Ridwan mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai pada kasus ini. Meski terdapat rasa trauma, anjing tersebut masih dalam kondisi sehat saat ini.
"Anjingnya juga dalam keadaan selamat dan tidak ada luka," tandasnya.
Baca Juga : Appi Paparkan Inovasi Perlindungan Pekerja Rentan di Jamsostek Award 2026
Terpisah, Rachmat Ninu Mone selaku Ketua Aliansi Peduli Hewan Indonesia (APHI) juga sudah tak mempermasalahkannya. Karena pengemudi bentor tidak sengaja dan telah minta maaf.
"Jadi memang tak ada unsur kesengajaan. Dimana pengakuan tukang bentor, anjing itu dalam keadaan capek. Jadi semuanya sudah selesai," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



