Jejakfakta.com, Enrekang -- Yang suka berpetualang, ada lokasi wisata baru di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Nama Gua Wai lambun. Di dalam Gua, wisatawan bisa menikmati terowongan yang besar dan panjang, serta ukiran batu yang memesona.
Gua Wai Lambun, terletak di Dusun Asaan, Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang. Jarak kurang lebih 50 Km dari pusat Kota Enrekang.

Untuk ke tempat ini, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri tebing sekitar 30 menit dari jalan utama desa.
Baca Juga : Dibuka Wabup Enrekang, Kakanwil Kemenag: Petugas Haji Harus Layani Jemaah dengan Sepenuh Hati
Gua Wai lambun, salah satu objek wisat gua di Kabupaten Enrekang. Di dalam Gua, wisatawan bisa menikmati terowongan yang besar dan panjang, serta ukiran batu yang memesona. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Abd. Mukmin, Pemuda Petualangan, Konservasi dan Literasi Massenrempulu (PALM) mengatakan, gua ini ditemukan oleh warga setempat, tapi mulai ramai di tahun 2002. Tahun ini Pemerintah Desa baru berupaya untuk membuka akses kembali.
"Gua ini masih belum banyak di kenal warga luar. Untuk masuk harus ada guide dari warga setempat karena di dalam sangat panjang, luas dan ada beberapa percabangan yang belum di explore," katanya.
Baca Juga : Angko Desak Aparat Hukum Tertibkan Tambang Galian C Ilegal di Enrekang
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Enrekang pun kini tengah berupaya, agar gua ini bisa lebih menarik wisatawan. "Promosi dan perbaikan infrastruktur seperti jalan yang baik, agar pesona gua ini bisa jadi penarik wisatawan," jelasnya.
Gua Wai lambun, salah satu objek wisat gua di Kabupaten Enrekang. Di dalam Gua, wisatawan bisa menikmati terowongan yang besar dan panjang, serta ukiran batu yang memesona. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Saat melakukan susur gua, ia mengaku di dalam Gua memiliki sungai, dan bentukan batu stalaktit bermacam-macam bentuk, dan ada ruangan selebar lapangan bulu tangkis.
Baca Juga : Banyak Tambang Ilegal Diduga Beroperasi di Enrekang, Zulfikar: Tak Memiliki Izin Amdal dan UKL-UPL
"Saat mengelilingi, jalurnya lumayan panjang. Jika berkeliling dari ujung ke ujung harus menguras waktu sekitar 2 jam lebih," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




