Ahad, 15 Oktober 2023 17:28

Amerika Serikat Tambah Kapal Induk Bantu Israel Gempur Gaza

Royal Moroccan Air Force (RMAF) dan pesawat yang ditugaskan di Carrier Air Wing (CVW) 3 terbang di atas kapal induk kelas Nimitz USS Dwight D. Eisenhower (CVN-69) di Samudra Atlantik pada 3 Maret 2021. (Foto: Angkatan Laut AS).
Royal Moroccan Air Force (RMAF) dan pesawat yang ditugaskan di Carrier Air Wing (CVW) 3 terbang di atas kapal induk kelas Nimitz USS Dwight D. Eisenhower (CVN-69) di Samudra Atlantik pada 3 Maret 2021. (Foto: Angkatan Laut AS).

Menurut Mantan Wakil Dubes Indonesia untuk Mesir, Aji Surya, seperti pengalaman di Perang Arab-Israel 1948, Perang Enam Hari 1967, dan Perang Yom Kippur 1973, Perang Gaza kali ini akan membuat Israel memperluas wilayahnya dan mungkin mencaplok kembali Jalur Gaza.

Jejakfakta - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menambah kelompok penyerang kapal induk untuk membantu sekutunya, Israel, yang hari ini genap sepekan membombardir rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Sabtu (14/10/2023), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada ABC News bahwa kelompok penyerang kapal induk USS Eisenhower diperintahkan ke Mediterania timur untuk bergabung dengan kelompok penyerang kapal induk USS Gerald R Ford yang lebih dulu tiba di sana dan berada di perairan internasional lepas pantai Israel.

“Saya telah mengarahkan Kelompok penyerang kapal induk (CSG) USS Dwight D Eisenhower untuk mulai bergerak ke Mediterania Timur,” kata Menteri Pertahanan Lloyd Austin dalam sebuah keterangannya mengonfirmasi pengerahan tersebut. 

Baca Juga : Hamas Sampaikan Terima Kasih atas Peran Jusuf Kalla dalam Membantu Palestina

“Sebagai bagian dari upaya kami untuk mencegah tindakan permusuhan terhadap Israel atau upaya apa pun untuk memperluas perang ini setelah serangan Hamas terhadap Israel," katanya menambahkan.

Kapal induk Eisenhower meninggalkan Norfolk, Virginia, Sabtu (14/10/2023) pagi menuju ke kawasan Timur Tengah melalui Laut Mediterania.

Para pejabat senior AS mengatakan bahwa kehadiran kelompok penyerang kapal induk USS Ford di Mediterania timur dan penambahan lebih banyak jet tempur Angkatan Udara Amerika ke wilayah tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen AS terhadap Israel. 

Baca Juga : Gencatan Senjata Israel-Hamas Hampir Disepakati, JK: Semestinya Sudah Dilakukan Sejak Dulu Secara Permanen

AS juga mempertimbangkan penempatan kapal serbu amfibi USS Bataan lebih dekat ke Israel untuk memberikan dukungan tambahan jika diperlukan. 

Kelompok penyerang Eisenhower mencakup kapal induk USS Eisenhower dan kapal penjelajah berpeluru kendali USS Philippine Sea (CG-58), serta kapal perusak berpeluru kendali USS Laboon (DDG-58), USS Mason (DDG-87) dan USS Gravely (DDG- 107).

Kelompok penyerang USS Ford tiba di perairan Mediterania timur pada Selasa (10/10/2023) dan termasuk kapal penjelajah USS Normandy (CG 60), serta kapal perusak USS Thomas Hudner (DDG 116), USS Ramage (DDG 61), USS Carney (DDG 64), dan USS Roosevelt (DDG 80).

Baca Juga : Jusuf Kalla: Genosida adalah Kejahatan Kemanusiaan, Bukan Urusan Internal Semata

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, dalam siaran persnya, Ahad (8/10/23), menuduh perjuangan rakyat Palestina yang digawangi militan Hamas sebagai serangan teroris. Lho? Berikut ini pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd James Austin III tentang bantuan AS ke Israel.

Pikiran saya terus tertuju pada rakyat Israel dan banyak keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih akibat serangan teroris keji yang dilakukan Hamas. Hari ini, sebagai tanggapan atas serangan Hamas terhadap Israel, dan setelah diskusi rinci dengan Presiden Biden, saya telah mengarahkan beberapa langkah untuk memperkuat postur Departemen Pertahanan di kawasan guna meningkatkan upaya pencegahan regional.

Saya telah mengarahkan Kapal Induk USS Gerald R. Ford ke Mediterania Timur. Ini termasuk kapal induk Angkatan Laut AS USS Gerald R. Ford (CVN-78), kapal penjelajah berpeluru kendali kelas Ticonderoga USS Normandy (CG 60), serta kapal penghancur berpeluru kendali kelas Arleigh-Burke USS Thomas Hudner (DDG 116). ), USS Ramage (DDG 61), USS Carney (DDG 64), dan USS Roosevelt (DDG 80). Kami juga telah mengambil langkah-langkah untuk menambah skuadron pesawat tempur F-35, F-15, F-16, dan A-10 Angkatan Udara A.S. di wilayah tersebut. AS mempertahankan kesiapan pasukannya secara global untuk lebih memperkuat postur pencegahan ini jika diperlukan.

Baca Juga : Senator AS Desak Amerika Stop Biayai Israel: Sejarah akan Menilai Apakah Kita akan Menghadapi Anak-anak yang Kelaparan

Selain itu, pemerintah Amerika Serikat akan segera menyediakan peralatan dan sumber daya tambahan kepada Pasukan Pertahanan Israel, termasuk amunisi. Bantuan keamanan pertama akan mulai dikirimkan hari ini dan tiba dalam beberapa hari mendatang. Memperkuat postur kekuatan gabungan kami, selain dukungan material yang akan segera kami berikan kepada Israel, menggarisbawahi dukungan kuat Amerika Serikat terhadap Pasukan Pertahanan Israel dan rakyat Israel. Saya dan tim akan terus menjalin kontak erat dengan rekan-rekan Israel untuk memastikan mereka mendapatkan apa yang dibutuhkan untuk melindungi warga negaranya dan mempertahankan diri dari serangan teroris yang keji ini.

Berbeda dari Amerika dan sekutu Israel lainnya, PBB dan kebanyakan negara menyatakan tindakan Hamas adalah sah, sebagai bentuk perjuangan membela Tanah Air mereka dan penjajag Israel. Hukum internasional pun mengesahkan, bangsa yang terjajah berhak melakukan penyerangan kapan saja terhadap penjajah. 

Hari ini pasukan pendudukan Israel mengepung perbatasan Gaza dengan ratusan ribu pasukan. Rencananya, akan segera melakukan serangan darat, guna menumpas Hamas. 

Baca Juga : Putusan Mahkamah Internasional Gagal Perintahkan Gencatan Senjata

Sambil mengepung, Israel telah me-warning agar 1,1 juta warga di Gaza utara segera mengungsi ke selatan Gaza jika ingin selamat. Sebab, kata Israel, serangan darat akan dilakukan door to door, dari rumah ke rumah.

Peringatan Israel terhadal sipil Palestina menuai kecaman dari Hamas dan negara-negara Timur Tengah. PBB menyatakan Israel melanggar hak Palestina dan aturan yang pernah disepakati. Hamas meminta warga Gaza tetap berdiri di Gaza.

Menurut Mantan Wakil Dubes Indonesia untuk Mesir, Aji Surya, seperti pengalaman di Perang Arab-Israel 1948, Perang Enam Hari 1967, dan Perang Yom Kippur 1973, Perang Gaza kali ini akan membuat Israel memperluas wilayahnya dan mungkin mencaplok kembali Jalur Gaza.(ABC News/Republika/defense.gov).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Amerika bantu Israel #USS Gerald R. Ford (CVN-78) #Nakba #genosida #Aji Surya #Daniel Levy #Lloyd James Austin III #Al Qassam #Hamas #Kapal Induk #USS Dwight D. Eisenhower
Youtube Jejakfakta.com