Jejakfakta.com, MAKASSAR – Nama Ilham Arief Sirajuddin (IAS) kembali menjadi sorotan politik Sulawesi Selatan setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan diskresi kepadanya untuk memimpin dan mengonsolidasikan Partai Golkar Sulawesi Selatan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel 2026.
Diskresi tersebut diserahkan langsung oleh Bahlil di Kantor DPP Golkar, Jakarta, pada Rabu (24/6/2026). Dalam mandat itu, IAS diminta menghimpun seluruh kekuatan kader dan tokoh Golkar guna mengembalikan kejayaan partai berlambang pohon beringin di Sulawesi Selatan.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya serahkan rekomendasi diskresi kepada Kak Aco (Ilham Arief Sirajuddin) untuk selanjutnya dipergunakan sebagaimana mestinya dan untuk membesarkan Partai Golkar di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Bahlil.

Bahlil juga menitipkan pesan agar IAS mampu merajut kembali kekuatan internal partai dengan mengedepankan kebersamaan dan semangat konsolidasi.
Baca Juga : Bahlil Serahkan Surat Diskresi ke IAS, Target Kembalikan Marwah Golkar Sulsel
“Kembalikan marwah dan kebesaran Partai Golkar dengan menghimpun seluruh kekuatan tokoh-tokoh dan kader dalam rangka perbaikan Partai Golkar ke depan,” tegasnya.
Lalu, siapa sebenarnya sosok IAS yang kini dipercaya memimpin konsolidasi Golkar Sulsel?
Politikus Senior Golkar dan Mantan Wali Kota Makassar
Baca Juga : Aliyah Mustika Dukung HIGAR CPI, Makassar Kian Serius Bangun Ekosistem Olahraga dan Wellness
Ilham Arief Sirajuddin lahir di Kabupaten Gowa pada 16 September 1965. Karier politiknya dimulai dari Partai Golkar hingga terpilih menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan periode 1999–2004.
Pada 2004, IAS mencatat sejarah sebagai salah satu wali kota termuda di Indonesia saat terpilih memimpin Kota Makassar. Ia menjabat selama dua periode, yakni 2004–2009 dan 2009–2014. Di bawah kepemimpinannya, Makassar mulai dikenal sebagai salah satu kota metropolitan yang berkembang pesat di kawasan Indonesia Timur.
Pernah Berkiprah di Demokrat, Kembali ke Golkar
Baca Juga : Presiden Prabowo Terima Laporan Menteri ESDM: Pasokan Energi Nasional Aman, IUP Dievaluasi
Setelah tidak lagi menjabat Wali Kota Makassar, perjalanan politik IAS sempat berlabuh ke Partai Demokrat. Namun pada 2022, ia memutuskan kembali ke Partai Golkar, partai yang membesarkan karier politiknya.
Kembalinya IAS ke Golkar menandai babak baru dalam kiprah politiknya. Sejak itu, ia aktif membangun komunikasi dengan pengurus pusat maupun daerah serta beberapa kali disebut sebagai salah satu figur potensial memimpin Golkar Sulsel.
Figur Berpengaruh di Bursa Ketua Golkar Sulsel
Baca Juga : Berprestasi, Husniah Talenrang Ditunjuk Jabat Wakil Sekjen DPP PAN
Nama IAS sudah lama masuk dalam bursa Ketua DPD I Golkar Sulsel. Bahkan, jauh sebelum diskresi diberikan, Bahlil beberapa kali secara terbuka menyinggung nama IAS bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai kandidat kuat Ketua Golkar Sulsel.
Dalam sejumlah kesempatan, Bahlil bahkan berkelakar dirinya "pusing" karena harus memilih antara Appi dan IAS yang sama-sama memiliki rekam jejak di HIPMI serta basis dukungan yang kuat di Sulawesi Selatan.
Seiring berjalannya proses menuju Musda, nama IAS semakin menguat setelah disebut sebagai salah satu figur yang mendapatkan restu DPP Golkar. Puncaknya, diskresi Ketua Umum Golkar akhirnya diberikan kepada IAS sebagai bentuk kepercayaan untuk memimpin konsolidasi partai di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Ashabul Kahfi Kembali Pimpin PAN Sulsel, Farah Puteri: PAN Akan Terus Jadi Harapan Masyarakat
Misi Mengembalikan Kejayaan Golkar Sulsel
Dengan mandat yang diberikan DPP, IAS kini memikul tugas besar untuk merajut kembali soliditas kader, memperkuat struktur partai hingga tingkat daerah, serta mengembalikan dominasi Golkar di Sulawesi Selatan.
Kepercayaan dari Bahlil kepada IAS juga dipandang sebagai sinyal kuat arah dukungan DPP menjelang Musda Golkar Sulsel yang diprediksi menjadi salah satu pertarungan politik paling menarik tahun ini.
Menurut Bahlil, kepercayaan kepada IAS merupakan bagian dari langkah strategis DPP Golkar dalam memperkuat struktur dan mesin politik partai di daerah.
Ia juga menyampaikan target politik yang ingin dicapai Golkar Sulsel ke depan dengan kepemimpinan IAS.
“Dengan target Kak Aco, naik kursi Kak Aco. Itu yang paling penting,” kata Bahlil.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa DPP Golkar menaruh harapan besar kepada IAS untuk meningkatkan kembali kekuatan elektoral partai di Sulawesi Selatan, terutama dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




