Kamis, 25 Juni 2026 07:05

IGS 2026 Buka Jalan Sister City, Delapan Negara Jajaki Kerja Sama dengan Pemkot Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjajaki skema kerja sama Sister City melalui pertemuan bilateraldalam rangkaian Business Forum IGS 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (24/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjajaki skema kerja sama Sister City melalui pertemuan bilateraldalam rangkaian Business Forum IGS 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (24/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

IGS 2026 membuka peluang kerja sama internasional bagi Makassar. Delapan negara menjajaki skema Sister City serta peluang investasi di sektor perikanan, pariwisata, dan infrastruktur.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner dan budaya, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional bagi Kota Makassar.

Sedikitnya delapan negara mulai menjajaki skema kerja sama Sister City melalui pertemuan bilateral bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam rangkaian Business Forum IGS 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (24/6/2026).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Muh. Mario Said, mengatakan forum investasi dalam rangkaian IGS 2026 dirancang sebagai wadah kerja sama strategis.

Baca Juga : Di Atas Kapal Pinisi Warisan Dunia, Duet Munafri dan Fadly Padi Meriahkan Pelayaran Senja IGS 2026 di Laut Losari

Menurutnya, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan talkshow yang menghadirkan pelaku usaha serta kalangan akademisi, termasuk dari Universitas Hasanuddin, guna memaparkan berbagai potensi investasi dan pengembangan ekonomi daerah.

"Lewat forum IGS, ada pertemuan bilateral, termasuk pertemuan Bapak Wali Kota dengan beberapa negara yang telah menyatakan minat untuk melakukan penjajakan kerja sama," ujarnya.

Pertemuan bertajuk Bilateral Meeting with Mayor of Makassar tersebut menjadi ruang dialog langsung antara Pemerintah Kota Makassar dengan para perwakilan negara sahabat yang hadir dalam IGS 2026.

Dari total 41 delegasi yang mewakili 28 negara, delapan negara secara khusus menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki pola kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.

Baca Juga : Tenun Nusantara Curi Perhatian Delegasi Dunia di IGS 2026, Makassar Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Fashion Show

Delapan negara tersebut yakni Costa Rica, Fiji, Polandia, Malaysia, Kamboja, Ukraina, Tunisia, dan Belanda.

Perwakilan yang hadir dalam pertemuan bilateral antara lain Francisco Jose Masis Holdridge, Chargé d’Affaires sekaligus Head of Embassy Costa Rica, Leone Bainivanua dari Fiji, Barbara Szymanowska selaku Duta Besar Polandia, Rosnita Hamzah sebagai Minister Counsellor Malaysia, serta Tean Samnang dari Kamboja.

Selain itu, hadir pula Yevhenia Shynkarenko, Chargé d’Affaires sekaligus Head of Embassy Ukraina, serta perwakilan dari Tunisia dan Belanda.

Baca Juga : La Galigo dan Kuliner Khas Sulsel Memukau Delegasi Dunia, IGS 2026 Buka Peluang Investasi Baru untuk Makassar

Lebih lanjut, Mario menjelaskan komunikasi yang terbangun dalam forum tersebut masih berada pada tahap awal penjajakan dan akan ditindaklanjuti pada tahap berikutnya.

Namun, sejumlah negara telah menyampaikan ketertarikan untuk membahas peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang, termasuk kemungkinan pengembangan hubungan Sister City dengan Kota Makassar.

Selain pertemuan antarpemerintah, forum tersebut juga mempertemukan pelaku usaha lokal dengan delegasi negara sahabat.

Baca Juga : Makassar Tuan Rumah IGS 2026, Kemenlu Perkenalkan Kuliner dan Peluang Investasi kepada Delegasi Dunia

Puluhan pelaku usaha ikut terlibat dalam agenda business to business (B2B) untuk memperkenalkan produk unggulan Sulawesi Selatan kepada calon mitra internasional.

Ia menyebut sektor perikanan dan hasil laut menjadi salah satu komoditas yang paling banyak menarik perhatian delegasi asing.

"Yang paling besar memang sektor perikanan dan seafood. Makassar memiliki karakter sebagai kota maritim sehingga komoditas ini menjadi salah satu unggulan yang kami tawarkan kepada negara-negara peserta," katanya.

Baca Juga : Di Hadapan 41 Delegasi dari 28 Negara, Munafri Promosikan Potensi Makassar kepada Duta Besar Dunia

Selain hasil laut, sejumlah produk lain seperti kopi, rempah-rempah, dan komoditas pangan juga menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan bisnis.

Beberapa perusahaan di sektor perikanan dan ekspor hasil laut bahkan mulai melakukan komunikasi awal dengan delegasi negara peserta.

Di sektor investasi infrastruktur, Mario mengungkapkan terdapat beberapa negara yang secara khusus meminta waktu bertemu dengan Wali Kota Makassar untuk membahas peluang kerja sama pembangunan kota.

"Kami belum merinci bentuk kerja sama yang akan dikembangkan karena masih dalam tahap pembahasan awal," tuturnya.

Sementara itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu fokus yang dipromosikan Pemerintah Kota Makassar.

Salah satu proyek yang diperkenalkan kepada para delegasi adalah rencana pengembangan destinasi wisata Pulau Lae-Lae yang telah memiliki kajian pengembangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar.

"Khusus pengembangan Pulau Lae-Lae, menjadi salah satu prioritas yang dipaparkan kepada para delegasi. Kajian pengembangannya juga sudah disiapkan sehingga dapat menjadi salah satu peluang investasi ke depan," jelasnya.

Untuk sektor kawasan perkotaan, Pemkot Makassar turut memperkenalkan potensi pengembangan kawasan Untia.

Berbeda dengan pembangunan stadion yang dipastikan menggunakan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kawasan Untia justru disiapkan sebagai salah satu kawasan yang dapat dikerjasamakan dengan investor.

"Kalau stadion sudah dipastikan menggunakan APBD. Tetapi kawasan Untia akan ditawarkan kepada pihak swasta. Stadion diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di wilayah tersebut," terangnya.

Forum investasi IGS 2026 juga melibatkan 23 pemerintah kabupaten dan kota dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Meski sebagian besar kepala daerah berhalangan hadir karena mengikuti agenda nasional, mereka tetap mengirimkan perwakilan, baik wakil kepala daerah maupun pimpinan DPM-PTSP, untuk membangun jejaring dengan delegasi internasional.

Mario menambahkan, melalui serangkaian pertemuan bilateral, forum investasi, dan penjajakan Sister City tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap IGS 2026 menjadi pintu masuk bagi perluasan kerja sama internasional.

"Forum ini tidak hanya mendorong perdagangan dan investasi, tetapi juga pengembangan infrastruktur, pariwisata, pendidikan, dan pertukaran budaya dengan berbagai negara sahabat," pungkasnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#IGS 2026 #Indonesia Gastrodiplomacy Series #sister city #Munafri Arifuddin #Pemkot Makassar #Investasi #Business Forum IGS 2026 #PUlau Lae-Lae #kawasan untia #delegasi internasional #kerja sama internasional #Investasi Sulawesi Selatan #forum investasi Makassar #diplomasi kota
Youtube Jejakfakta.com