Sabtu, 21 Oktober 2023 09:46

Alasan Stok Beras Terbatas, Bulog Sulselbar Terima 70 Ribu Ton Beras Impor

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Ilustrasi beras bulog.
Ilustrasi beras bulog.

40 ribu ton beras awal November datang dari Thailand secara bertahap.

Jejakfakta.com, Makassar -- Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) akan menerima 70 ribu ton beras impor yang rencananya akan masuk secara bertahap di Sulsel hingga awal tahun 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Muhammad Imron Rosidi kepada Jejakfakta.com, Jumat (20/10/2023). Menurutnya, beras impor dari Thailad ini akan memenuhi ketersediaan beras di setiap wilayah.

"Memang rencananya kita dapat 70 ribu ton, nanti 40 ribu ton itu diawal November datang dari Thailand secara bertahap dan tahap kedua bisa saja datang di tahun depan, nanti kita terimanya tapi kita tidak tahu dari daerah mana," kata Imron, di Makassar.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Pimpin Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan, Stok Dipastikan Aman

Beras impor sebanyak 70 ton tersebut, kata Imron akan memenuhi ketersediaan beras di setiap wilayah. Dimana nantinya beras tersebut akan menekan kenaikan harga beras yang saat ini terjadi.

"Itu baru rencana, tetap masuk, memang Bulog tidak ada stok, kalau tidak impor. Beras itu untuk operasi pasar untuk menekan laju inflasi karena harga beras naik terus dan penugasan-penugasan. Naiknya (harga beras) karena suplai demamnya ada masalah," ungkapnya.

Imron mengatakan neras impor yang masuk ke Sulsel akan terbagi atas dua tahap. Pada tahap pertama sekitar 40 ribu ton akan masuk pada bulan November mendatang.

Baca Juga : Pastikan Berjalan Lancar, Seklur Buntusu Tinjau Gerakan Pangan Murah Bulog

"Sebenarnya stok (beras) kita akan ada tambahan 40 ribu, itu di November. Tambahan dari impor, itu sampai tahun depan," bebernya.

Berdasarkan data Bulog, saat ini ketersediaan beras hampir semua terbatas. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus mengimpor beras. Sebab, kondisi saat ini Bulog tidak lagi menyerap beras-beras dari dalam negeri.

"Makanya harus diimpor sementara penyerapan dari dalam negeri sudah tidak ada. Kan panen sudah habis, ada pun itu bukan beras medium lagi, tapi premium, harganya cukup tinggi, makanya kita gelontorkan lewat bantuan pangan dan operasi pasar (RSPAP) biar harganya itu paling tidak bertahan, kalau bisa turun dari harga yang terjadi sekarang," jelasnya.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Sidak Pasar Pabaeng-baeng, Pastikan Harga Pangan Stabil

"Jadi beras yang didatangkan Bulog, pemerintah untuk pengendalian harga atau menahan inflasi dan penugasan-penugasan," sambungnya.

Meski demikian, Imron menuturkan bahwa kondisi ketersediaan beras untuk wilayah Sulsel sendiri masih tercukupi hingga awal tahun 2024 mendatang.

"Masih aman, untuk akhir tahun dan tahun depan aman," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Perum Bulog #beras impor #ketersediaan beras #Harga Beras
Youtube Jejakfakta.com