Jejakfakta - Saat ini masyarakat dunia kembali aksi boikot produk-produk Israel dan produk dari perusahaan pendukung Israel yang terus membantai ribuan rakyat Palestina. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menganggap aksi boikot ini baik.
"Itu akan menjadi momen bagus untuk perkuat pengetatan arus barang impor, terutama impor beberapa produk," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, Selasa (31/10/2023), dikutip dari Republika.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, aksi boikot produk Israel itu merupakan hal yang bagus, sebagai bentuk solidaritas Indonesia untuk Palestina yang ditindas oleh Israel.
Baca Juga : DMI Salurkan Makanan Siap Saji dan Air Bersih untuk Pengungsi Palestina di Gaza
Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) adalah bendera gerakan masyarakat global dalam memboikot Israel. BDS movement mendunia sejak Juli 2005.
BDS merupakan boikot ekonomi dan budaya terhadap Israel, divestasi keuangan dari negara, dan sanksi pemerintah untuk menekan Zionis Israel agar tunduk kepada hukum internasional dan mengakhiri kejahatannya terhadap rakyat Palestina.
Menurut peneliti Ellen Cannon, BDS berhasil mendelegitimasi dan mencela Zionis Israel dan sekutunya, Amerika Serikat.
Baca Juga : Serangan Israel di Bulan Ramadhan, Pembangunan Masjid Semi Permanen di Palestina Terhenti
Pakar Dov Waxman, dalam dalam wawancara kepada Aljazeera, mengungkapkan, Israel merasa gerakan BDS merupakan ancaman
"BDS dilihat sebagai ancaman nyata bagi legitimasi dan pendirian Israel di tingkat global. Jika ini dibiarkan, maka akan menghancurkan Israel," kata Dov kepada Al Jazeera.
Gerakan paket boikot BDS membuat Israel harus berjuang melobi berbagai negara agar BDS atau aksi boikot Israel dilenyapkan.
Baca Juga : Hamas Sampaikan Terima Kasih atas Peran Jusuf Kalla dalam Membantu Palestina

Juni 2023, Israel melobi agar rancangan undang-undang anti boikot atau RUU anti-BDS di Inggris disahkan. Jika RUU anti-BDS disahkan maka kerajaan Inggris punya senjata untuk menghalangi kampanye boikot Israel.
Di Australia pada tahun 2022, Israel melobi dan mengirim dana US$ 30 juta atau Rp 477 miliar untuk mendanai kampanye global melawan BDS.
Baca Juga : Indonesia Sambut Gencatan Senjata Gaza, Dorong Perdamaian Berkelanjutan
Kampanye anti-BDS di Australia dikemas dengan konser bernama Sydney Festival dan kegiatan pembuat karya jurnalistik yang sifatnya membangun citra Israel.
Sumber mengungkap, sejak tahun 2017, Israel mengucurkan dana besar-besar ke berbagai negara dan ke berbagai media dan platform untuk melawan gerakan boikot Israel.
Menurut Al Jazeera, BDS berpotensi merugikan Israel hingga US$11,5 miliar atau sekitar Rp180,35 triliun (asumsi kurs Rp15.683/US$) per tahun.
Baca Juga : Gencatan Senjata Israel-Hamas Hampir Disepakati, JK: Semestinya Sudah Dilakukan Sejak Dulu Secara Permanen
Salah satu alasan BDS rugikan Israel, gerakan boikot ini mampu meyakinkan dunia untuk berhenti menjual produk asal Israel. Dampaknya, eksportir Israel kesulitan untuk mengekspor produk mereka.
Boikot yang dilakukan BDS tidak hanya mencakup produk dan perusahaan Israel, seperti SodaStream, perusahaan teknologi merek HP, Puma, Asuransi AXA, dan sebagainya, tetapi juga perusahaan raksasa non-Israel yang diyakini mendukung Israel seperti McDonald's, Starbucks, Pizza Hut, dan lain-lain. (Aljazeera/Republika/CNBC Indonesia/Viva/BDS Movement).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




