Sabtu, 26 November 2022 21:14

Ini Cara Ifah, Pemilik Kedai Mie Instan untuk Memanjakan Pelanggannya 

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Warmindo Hasanah Kitchen, salah satu kedai mie instan pertama di Makassar yang ramai pembeli. (Foto: Atri Suryatri Abbas)
Warmindo Hasanah Kitchen, salah satu kedai mie instan pertama di Makassar yang ramai pembeli. (Foto: Atri Suryatri Abbas)

"Kami memiliki kartu loyality card bagi para konsumen loyal, yang mana jika stamp pada kartu sudah memenuhi syarat bisa di tukar dengan 1 menu dan minuman gratis," ujar Ifah.

Jejakfakta.com, Makassar - Mie instan tak lepas dari kehidupan keseharian masyarakat Indonesia. Tua muda banyak yang menyukai mie instan. Hal ini membuat sejumlah kedai atau kafe menyediakan menu mie instan, termasuk di Kota Makassar.

Warmindo Hasanah Kitchen, salah satu kedai mie instan pertama di Makassar yang ramai pembeli. Kedai ini lokasinya memang strategis karena terletak di kawasan kampus Universitas Hasanuddin dan Politeknik Negeri Ujung Pandang, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pintu Nol Unhas, Tamalanrea, Kota Makassar. 

Siti Choiryatul Tasrifah yang akrab di sapa Ifah, pemilik Warmindo menceritakan berawal dari keinginan untuk menambah pemasukan selepas pandemi Covid-19, Ifah kemudian membuka usaha kedai yang fokus menjual snack dan minuman, seperti Roti Maryam dan Susu Kurma. 

Baca Juga : Wawali Aliyah Mustika Ilham Sebut Literasi dan Ekonomi Kreatif Harus Tumbuh Bersama

Namun, seiring berjalannya waktu, Ifah menambah menu varian mie instan sebagai menu di kedainya. 

"Dan tidak disangka peminat dari mie instan begitu banyak," kata Ifah ke reporter Jejakfakta.com, Sabtu (26/11/2022).

6 bulan berjalan, Ifah kemudian fokus mengembangkan usahanya dan mendapat lokasi yang tepat di area kampus, dimana market mahasiswa sangat pas dengan menu mie instan ini. 

Baca Juga : Makassar Siap Jadi Panggung Dunia, Wawali Aliyah Dukung Konferensi Internasional IKARGI 2026

"Saya akhirnya memutuskan untuk merubah konsep, menjadi warung makan mie instan yang lebih kekinian," ujarnya. 

Ifah kemudian mengubah nama kedainya menjadi Warmindo Hasanah Kitchen pada Juli 2021. 

"Karena saat itu di Makassar belum ada warung yang fokus menjual mie instan, maka kedai ini menjadi Warmindo pertama di Makassar," jelasnya. 

Baca Juga : Unhas Bentengi UTBK SNBT 2026 dari Kecurangan, Jammer hingga CCTV Disiagakan

Tentunya, kata Ifah untuk membedakan dengan warung biasa lainnya. Ia mengubah konsep dengan penambahan varian toping seperti sayur, telur, sosis dan banyak varian lainnya. 

Warmindo memiliki menu utama mie instan yang bebas pilih topping, yakni 35 varian mie instant dan 40 varian topping dan 30 varian minuman sachet, dengan harga mulai bervariasi juga mulai dari 4.000  hingga 30.000, tergantung pilihan topping konsumen. 

"Selain mie instan, kami menyediakan menu nasi. Diantaranya ada Nasi Ayam, Nasi Goreng, Nasi Telur, Nasi Jamur, yang di kemas dengan harga kantong mahasiswa," kata Ifah. 

Baca Juga : Pemkab Lutim Gandeng Universitas Hasanuddin Perkuat Pengelolaan Informasi Geospasial

Untuk memanjakan pelanggannya, Ifah membuat kartu dengan syarat tertentu. Tentunya, bisa mendapatkan harga istimewa. 

"Kami memiliki kartu loyality card bagi para konsumen loyal, yang mana jika stamp pada kartu sudah memenuhi syarat bisa di tukar dengan 1 menu dan minuman gratis," tambahnya. (*)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Warmindo Hasanah Kitchen #Siti Choiryatul Tasrifah #Mie Instan #Universitas Hasanuddin
Youtube Jejakfakta.com