Jejakfakta.com, Gowa -- Puluhan makam di Kelurahan Bontomanai, Lingkungan Cambaya, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), rata dengan tanah usai dibongkar oleh pihak pengembang. Hal itu membuat masyarakat protes atas tindakan tersebut.
Informasi yang dihimpun Jejakfakta.com, rencana di lokasi tersebut akan dibangun kawasan perumahan.

Kepala Lingkungan Cambaya, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Daeng Rewa, sekitar empat puluh makam yang terkena dampak pembongkaran buldoser tersebut.
Baca Juga : Hari Otonomi Daerah ke-30, Wabup Gowa Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Demi Pemerataan Pembangunan
"Mengenai adanya penggusuran (itu) betul ada. Kuburan Borong Pandang namanya, kuburan itu memang pekuburan keluarga untuk masyarakat dekat situ. Setahu saya sudah diwakafkan untuk warga, sebagai lokasi pekuburan," ujar Daeng Rewa kepada wartawan, Sabtu (11/11/2023).
Menurut Daeng Rewa, bahwa yang disesalkan masyarakat karena pihak pengembang diduga tidak memindahkan makam ke lokasi yang baru yang sudah mengalami pembongkaran.
"Saya dengar untuk perencanaan pembangunan perumahan. Tetapi pasca sejumlah makam diratakan tanpa di pindahkan ke lokasi baru. Banyak warga yang protes," bebernya.
Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Disperpusip Gowa Gelar Lomba Menulis Surat untuk Ibu Bupati
Daeng Rewa tak menampik soal perencanaan pembangunan. Pasalnya, sebelumnya pihak Developer datang meminta izin untuk memindahkan satu sampai dua makam.
Namun, setelah buldoser beroperasi, Daeng Rewa tak menyangka jika ada banyak makam yang terdampak akibat pemerataan tanah tersebut.
"Mereka bilang hanya satu atau dua makam yang mau dia pindahkan. Saya tidak menyangka, ternyata bukan cuma satu yang dirusak tetapi banyak makam yang diratakan dengan alat berat," katanya.
Sementara itu, Kepala Kecamatan Bontomarannu, Muhammad Syafaat Surya Atmaja yang juga mengetahui perencanaan tersebut mengaku geram saat mengetahui banyak makam yang terdampak akibat pembongkaran itu.
"Benar ada pengrusakan makam, karena ada perencanaan pembangunan perumahan di lokasi itu. Warga sekitar sudah ada yg komplain karena ada keluarga yang dikubur di dalam lokasi terus dibongkar juga," ujarnya.
"Ternyata sampai di lokasi saya cek bersama Tripika, ternyata sejumlah makam sudah rata dengan tanah," sambungnya.
Baca Juga : Perkuat Kapasitas HAM, Sitti Husniah Talenrang Dorong Gowa Jadi Kabupaten Ramah dan Inklusif
Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan segera memanggil pihak Developer terkait pembongkaran kuburan tersebut.
"Bukan masalah tanahnya saja, tetapi ini masalah kuburan yang dibongkar, apalagi ada warga yang komplain. Pihak developer menyampaikan, katanya sudah meminta ijin kepada pihak keluarga, tapi buktinya masih ada yang melapor ke saya dan komplain terkait hal pengrusakan makam itu," terangnya.
Meski demikian, pihaknya bersama Tripika lainnya yang mendatangi lokasi tersebut mengaku sudah menghentikan sementara pekerjaan pihak Developer.
Baca Juga : Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
"Saya sudah melaporkan perihal ini ke Bapak Bupati, termasuk instansi terkait seperti DLH, Perkimtan, sementara dlm waktu dekat PU akan memanggil pihak developer," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




