Senin, 04 Desember 2023 18:21

Bupati Maros Serahkan Penghargaan kepada Desa yang Aktif Jalankan Perpustakaan Berbasis Inklusi

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam menyerahkan Penghargaan pada Perpustakaan Desa yang memiliki komitmen melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), di Perpustakaan Ibu dan Anak, Kabupaten Maros, Senin (04/12/2023). @Jejakfakta/dok. DisKominfo-SP
Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam menyerahkan Penghargaan pada Perpustakaan Desa yang memiliki komitmen melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), di Perpustakaan Ibu dan Anak, Kabupaten Maros, Senin (04/12/2023). @Jejakfakta/dok. DisKominfo-SP

Cara untuk meningkatkan skill masyarakat, salah satunya dengan menambah literasinya, perpustakaan seharusnya menjadi akses pengetahuan.

Jejakfakta.com, Maros -- Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam menyerahkan Penghargaan pada Perpustakaan Desa yang memiliki komitmen melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), di Perpustakaan Ibu dan Anak, Kabupaten Maros, Senin (04/12/2023).

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah berupaya meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui Literasi Perpustakaan Desa dengan mengimplementasikan TPBIS.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Amaluddin A. menjelaskan, adanya 103 Perpustakaan Desa di Kabupaten Maros, 32 Perpustakaan Desa diantaranya yang mengimplementasikan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), namun sejauh ini hanya 9 Desa yang berkomitmen melaksanakan TPBIS.

Baca Juga : Pemkab Maros Sediakan 18 Posko Kesehatan untuk Petugas Pemilu 2024

"Ke depannya seperti arahan pak bupati, Pemkab Maros akan mengevaluasi pemberian penghargaan untuk perpustakaan Desa yang telah berkomitmen menjalankan TPBIS," ungkapnya.

Menurutnya, TPBIS merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan memperkuat peran dan fungsi perpustakaan melalui peningkatan kualitas layanan perpustakaan.

"Ada empat faktor sebab kemiskinan yang terjadi di masyarakat. Antara lain, kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan, minimnya kreativitas dan inovasi, akses terhadap permodalan yang kurang, kultur budaya malas yang masih ada di masyarakat," kata Amaluddin.

Baca Juga : Pemkab Maros Ikuti Working Group Meeting Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Komunitas Bagi Pekerja Migran Indonesia

Penghargaan tahunan ini, merupakan hasil penilaian inputan dari 32 Perpustakaan Desa berbasis Inklusi Sosial pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM), di mana aplikasi SIM terintegrasi langsung ke Perpustakaan Nasional, sehingga semua kegiatan Perpus Desa langsung terbaca.

"Ada istilah Key Performance Indicator itu indikator perpustakaan yang terbaik dengan memperhatikan inputan data Pelibatan masyarakat, publikasi Desa dan Advokasi bagaimana ia melakukan koordinasi, penilaiannya mulai januari smpe oktober dilihat jumlah inputan di aplikasi SIM, jadi tiga Perpustakaan Desa yang melaksanakan program TPBIS meraih penghargaan ini, diantaranya perpustakaan desa pajukkukang, Perpustakaan Desa bontolempangan dan Perpustakaan Desa Salenrang," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam dalam sambutannya mengapresiasi kedatangan kepala desa dalam kegiatan ini, ia mengungkapkan Kepala Desa yang hadir pada hari ini merupakan bentuk kasih sayang kepada masyarakatnya.

Baca Juga : Launching Bantuan Pangan Kabupaten Maros 2024, Setiap Bulan Salurkan 147 Ton Beras

"Perpustakaan desa bukan tempat memajang buku saja, bagaimana perpustakaan itu tempat berkegiatan, saya mengucapkan terima kasih pada seluruh kepala desa yang konsen terhadap perpustakaan desa, terimakasih pada kepala desa yang telah hadir hari ini, ini bentuk kalian menyayangi masyarakatnya," ucapnya.

Menjadi penting memikirkan cara untuk meningkatkan skill masyarakat, salah satunya dengan menambah literasinya, perpustakaan seharusnya menjadi akses pengetahuan dan menjadi tempat yang representatif bagi masyarakat.

"Kepala desa yang menganggarkan alokasi anggarannya bukan hanya berfikir pembangunan infrastruktur namun mereka berfikir membangun SDMnya berarti dia pemimpin yang baik, karena Membangun SDM berarti merawat masa depan yang dicintai," terangnya.

Baca Juga : Setelah Rammang-rammang, Bantimurung Jadi Sasaran Program Budidaya Sukun

Tak hanya itu, kata Chaidir, ia mengungkap tahun depan akan menambahkan bantuan buku kepada desa yang memiliki perpustakaan, bagi perpustakaan TPBIS yg semakin baik akan ada penghargaan lagi. Namun bupati menggaris bawahi bahwa yang harus ditanamkan dengan lahirnya perpustakaan di Desa untuk mencerdaskan dan meningkatkan budaya literasi bagi anak.

"Tolong kegiatannya diinput agar kegiatannya terlihat, harapan saya tahun depan saya akan keliling seluruh desa salahsatu diantaranya perpustakaan desa," jelasnya.

Melalui aplikasi Perpusnas, untuk memudahkan masyarakat untuk mencari buku secara digital.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#perpustakaan desa #berbasis inklusi #layanan perpustakaan #budaya literasi #Kabupaten Maros
Youtube Jejakfakta.com