Jumat, 15 Desember 2023 21:49

Jusuf Kalla: Lewat Nilai Pancasila, Kita Harus Membantu Masyarakat Rohingya

Editor : Nurdin Amir
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) memberikan keterangan pers terkait persoalan pengungsi Rohingya merupakan tanggung jawab lembaga internasional seperti IOM dan UNHCR. @Jejakfakta/Rudi Gunawan
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) memberikan keterangan pers terkait persoalan pengungsi Rohingya merupakan tanggung jawab lembaga internasional seperti IOM dan UNHCR. @Jejakfakta/Rudi Gunawan

JK mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia tidak serta merta melakukan penolakan terhadap para imigran Rohingya.

Jejakfakta.com, Jakarta -- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan persoalan pengungsi Rohingya merupakan tanggung jawab lembaga internasional seperti IOM dan UNHCR. Sehingga kerja sama dengan kedua lembaga tersebut dibutuhkan dalam proses mencari solusi dari para pengungsi asal Rohingya tersebut.

"Ini tugas dari lembaga-lembaga internasional seperti IOM dan UNHCR. Mereka juga harus turut membantu dan bertanggungjawab dan membicarakannya dengan pemerintah (Indonesia)," tegas JK usai menerima donasi bantuan untuk palestina dari pemirsa TV One senilai 16.553.000.000 di Markas PMI, Jalan Gatot Subroto, Jumat (15/12/2023).

Di sisi lain, JK mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia tidak serta merta melakukan penolakan terhadap para imigran tersebut. Indonesia, kata JK, memiliki semangat dan nilai dasar Pancasila pada sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sehingga semangat itu bisa menjadi alasan untuk membantu mereka keluar dari kesulitan.

Baca Juga : Jusuf Kalla: Ketahanan Ekonomi Bergantung pada Sinergi Pemerintah, Pengusaha, dan Masyarakat

Ketua DMI itu bahkan menyebut bagaimana warga Eropa bisa menerima pengungsi dari Afrika dan Syiria.

"Ingat kita punya Pancasila. Lebih dari itu, masa kita sesama muslim tidak menolong sesama muslim yang kesulitan. Orang Eropa yang non muslim saja mau menerima pengungsi dari Afrika dan Syiria," sebut JK lagi.

Selain itu, ia juga mengingatkan jika sikap Indonesia menerima para pengungsi bukan kali ini saja. Pada tahun 1960, lanjut JK, Indonesia menerima pengungsi Vietnam hampir 300 ribu. Jumlah itu terbanyak dibanding Malaysia dan Thailand yang masing-masing lebih dari 100 ribu.

Baca Juga : Jusuf Kalla di Untirta: Perang Modern Ditentukan Teknologi, Indonesia Harus Cetak Lebih Banyak Wirausaha

"Atas sikap itu, Pak Harto menerima penghargaan internasional," tambah JK.

JK sendiri mengaku prihatin dengan para imigran tersebut. Pasalnya, masyarakat yang bermukim di Myanmar tersebut meninggalkan negara mereka untuk keluar dari kesulitan.

Lebih jauh, JK juga tidak menutup mata jika masyarakat Aceh juga dalam kondisi sulit. Sementara di antara pengungsi Rohingya berperilaku kurang pantas. Sehingga JK menegaskan untuk memperhatikan dua kondisi tersebut.

Baca Juga : Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin Yokohama, Dorong Masjid Jadi Pusat Persatuan Diaspora

"Paling tidak kita juga harus mengingatkan dan memperingati bahwa masyarakat rohingya itu harus berperilaku baik, dan sekali lagi butuh kerja sama dengan IOM dan UNHCR," pungkas tokoh perdamaian RI-GAM tersebut. (Rudi Gunawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Jusuf Kalla #pengungsi rohingya #penolakan imigran #sila kemanusiaan #imigan
Youtube Jejakfakta.com