Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai memperluas jangkauan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) hingga ke tiga pulau terluar yang berpenghuni. Untuk pertama kalinya, layanan tersebut hadir langsung di Pulau Langkai, Lanjukang, dan Lumu-Lumu.
Terobosan ini menjadi bagian dari kado pelayanan bagi masyarakat kepulauan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang diperingati pada 9 November 2026.

Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Pemkot Makassar menghadirkan layanan jemput bola dengan mendatangi langsung masyarakat di tiga pulau tersebut.
Baca Juga : Cegah Sengketa Tanah Berujung ke Pengadilan, Pemkot Makassar Perluas Klinik Konflik ke Sembilan Kecamatan

Ketiga pulau itu merupakan wilayah terluar Kota Makassar yang berbatasan dengan wilayah perairan provinsi lain dan memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan publik.
"Dalam rangka memperingati HUT ke-419 Kota Makassar, kami dari Dinas Dukcapil melakukan pelayanan di tiga pulau terluar, yaitu Pulau Langkai, Lanjukang, dan Lumu-Lumu. Selama dua hari kami melayani masyarakat di pulau," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar, Muhammad Hatim Salam, Jumat (6/11/2026).
Hatim mengatakan, pelayanan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar seluruh masyarakat mendapatkan kemudahan akses administrasi kependudukan, termasuk warga yang bermukim di wilayah kepulauan.
Baca Juga : Konservasi RTH TPA Tamangapa Berlanjut, Wali Kota Makassar dan Kapolda Sulsel Tanam 100 Tabebuya
Menindaklanjuti arahan tersebut, dirinya bersama jajaran bahkan rela bermalam di pulau untuk memastikan pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara langsung.
"Langkah ini merupakan upaya memperluas pemerataan pelayanan publik, sehingga masyarakat di wilayah terluar mendapatkan akses pelayanan yang sama dengan warga di daratan," tutur Hatim.
Selama ini, pelayanan adminduk bagi masyarakat kepulauan lebih banyak terpusat di ibu kota kecamatan, yakni Pulau Barrang Lompo, serta pulau-pulau terdekat seperti Barrang Caddi.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Hadiri Rakor Kemendagri-KPK, Perkuat Komitmen Pencegahan Korupsi
Namun, di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar terus mendorong pemerataan pelayanan hingga menjangkau langsung warga di pulau-pulau yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan administrasi kependudukan.
Berdasarkan pengakuan warga setempat, pelayanan langsung yang menjangkau tiga pulau terluar berpenghuni tersebut juga menjadi pengalaman pertama bagi mereka.
"Menurut keterangan warga, pelayanan di pulau-pulau terluar ini merupakan yang pertama kali dilakukan selama pergantian wali kota. Dengan hadirnya pelayanan yang menjangkau tiga pulau terluar berpenghuni, masyarakat kini bisa mendapatkan layanan lebih dekat," ungkapnya.
Baca Juga : Kado HUT ke-419 Makassar, DPPKB Raih Penghargaan Terbaik I Nasional 2026
Hatim menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya membuka berbagai jenis pelayanan administrasi kependudukan yang dibutuhkan masyarakat.
Layanan tersebut meliputi perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), hingga penerbitan akta kelahiran dan akta kematian.
Menurutnya, kehadiran petugas secara langsung di tengah masyarakat kepulauan diharapkan dapat memangkas jarak dan waktu yang selama ini menjadi kendala warga dalam mengurus dokumen kependudukan.
Baca Juga : HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Penghargaan untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan merata.
Sebab, hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan tidak boleh dibatasi oleh jarak geografis maupun kondisi wilayah tempat tinggal.
"Melalui momentum HUT ke-419 Kota Makassar, kami di Dukcapil ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di pulau-pulau terluar," tutup Hatim. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



