Kamis, 28 Desember 2023 16:55

Presiden Jokowi Bergelar Marambe Ambaralla Palunglaa Porodisa

Prosesi penganugerahan gelar adat oleh Dewan Adat Talaud. Ketua Dewan Adat Talaud Arvan Bawangun mengatakan bahwa gelar yang diberikan kepada Presiden Jokowi yaitu “Marambe Ambaralla Palunglaa Porodisa”. (Foto: Muchlis Jr/BPMI Setpres)
Prosesi penganugerahan gelar adat oleh Dewan Adat Talaud. Ketua Dewan Adat Talaud Arvan Bawangun mengatakan bahwa gelar yang diberikan kepada Presiden Jokowi yaitu “Marambe Ambaralla Palunglaa Porodisa”. (Foto: Muchlis Jr/BPMI Setpres)

Kunjungan kerja Presiden ke Talaud untuk meninjau Jalan Lingkar Karakelang.

Talaud, jejakfakta - Marambe Ambaralla Palunglaa Porodisa adalah gelar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari dewan adat Talaud, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

“Yang dimaksud bahwa tujuan pemberian gelar adat itu adalah dia sebagai pemimpin yang besar, dia bisa mengayomi, melindungi masyarakat Talaud,” kata Ketua Dewan Adat Talaud Arvan Bawangun seusai prosesi pemberian gelar adat kepada Presiden Jokowi di Talaud, Kamis (28/12/2023) siang.

Arvan mengungkapkan, gelar adat tersebut didasari oleh kebijakan Presiden Jokowi yang dinilai telah banyak membantu pembangunan bagi masyarakat di Talaud.

Baca Juga : IAS: Demokrasi Butuh Akal Sehat, Bukan Isu Ijazah yang Menyesatkan

“Bapak Presiden telah membantu kami dalam pemberian dana pusat ke pemerintah daerah sehingga pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud dapat menikmati [pembangunan] dengan dana dari pemerintah pusat,” kata Arvan.

Prosesi penganugerahan gelar adat diawali dengan “manoroho”. Prosesi tersebut bermakna doa kepada Tuhan yang telah memberikan keselamatan kepada Presiden Jokowi.

“Doa jemputan, doa terima kasih yang mana Tuhan telah memberikan kesehatan bagi Pak Presiden terutama dalam jalan, tiba di tempat kami dengan selamat,” kata Arvan.

Baca Juga : SBY Menghadap ke Presiden Jokowi, Bahas Apa?

Presiden Jokowi tampak diberikan dan dipasangkan tutup kepala berupa “parudante pangasso” yang bermakna “keagungan dan kemuliaan”. Selain itu, juga Presiden dikenakan selendang “sarumbaing” yang bermakna “mengayomi dan merangkul”.

Presiden tiba di Bandara Melonguane, Talaud, sekitar pukul 12.00 WITA. Kepala Negara disambut oleh Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Wakhyono, Kadisops Lanud Sam Ratulangi Kolonel Pas Togap M. Siburian, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Muhammad Chaidir, serta Danlanal Melonguane Letkol Laut (P) Muhammad Faizal Sidik Permana.

Rombongan Presiden yakni Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Baca Juga : Ekspor Nikel Indonesia Naik Jadi Rp250 Triliun, Presiden Jokowi: Hilirisasi Menjadi Kunci

Jokowi dan rombongan sempat berkunjung ke pasar tradisional Melonguane Talaud.

Presiden Joko Widodo di Pasar Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis (28/12/2023). (Foto: Muchlis Jr/BPMI Setpres)

Kunjungan kerja Presiden ke Talaud untuk meninjau Jalan Lingkar Karakelang.

Baca Juga : Presiden Jokowi Canangkan Wanagama Nusantara di IKN, Kerja Sama UGM Restorasi Hutan Kalimantan

Dari Kabupaten Kepulauan Talaud, Presiden Jokowi diagendakan ke Kota Manado untuk menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino di Kantor Pos Manado. (*)

Sumber: BPMI Setpres

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Presiden Joko Widodo #Kabupaten Kepulauan Talaud #Melonguane #Provinsi Sulawesi Utara #Jalan Lingkar Karakelang #Marambe Ambaralla Palunglaa Porodisa
Youtube Jejakfakta.com