Selasa, 06 Februari 2024 21:37

Guru Besar Kritik Jokowi, Anies: Tidak Boleh Larang Orang Mengkritik, Negara Tidak Bisa Mengatur Pikiran

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Capres nomor urut 1 Anies Baswdan saat menggelar kampanye akbar di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (6/2/2024). @Jejakfakta/Atri
Capres nomor urut 1 Anies Baswdan saat menggelar kampanye akbar di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (6/2/2024). @Jejakfakta/Atri

Selama perbuatannya tidak melanggar hukum itu boleh, tapi tidak boleh diatur pikirannya, karena pikiran tidak bisa diatur oleh negara.

Jejakfakta.com, Parepare -- Calon presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan merespon terkait guru besar di sejumlah kampus yang mengkritisi kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ya gini, sekarang ini era untuk mengungkapkan pandangan secara otentik. Sudah lewat masanya untuk melakukan operasi-operasi yang sifatnya kosmetik. Gak akan bisa berhasil. Semuanya akan terungkap. Jadi kemarin saya sampaikan Beji ke titik loro ketoro,” kata Anies usai menggelar kampanye akbar di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (6/2/2024).

Turunnya beberapa guru besar di sejumlah kampus, menurut Anies bahwa itu sesuatu hal yang natural dilakukan setelah melihat kondisi demokrasi dan hukum yang kian terpuruk di era kepemimpinan Jokowi.

Baca Juga : Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim

"Jadi kita natural aja dan menyaksikan bahwa kampus-kampus ini memang mengungkapkan pandangan yang senyatanya dari masyarakat. Kita hormati dan kalau memang ada yang harus dikoreksi ya kita koreksi. Sesederhana itu," ungkapnya.

Sementara dugaan terjadi intimidasi kepada pihak kampus oleh aparat keamanan, Anies mengingatkan aparat untuk kembali ke tugas utamanya mengamankan negara.

"Aparat keamanan saya rasa kembali kembali ke tugas utamanya," ujarnya.

Baca Juga : Hari ke-10 Aksi Blokade Buruh KIBA: Pengamanan Diperketat, PT. Huadi Dinilai Langgar Kesepakatan

Anies mengatakan bahwa setiap orang tidak boleh melarang siapapun untuk menyampaikan pandangan dan kritiknya kepada setiap pemipin negara.

"Ya kita lihat saja. Kan kita juga tidak boleh melarang orang mendukung, tidak boleh juga melarang orang mengkritik. Itu adalah kebebasan berekspresi. Negara tidak bisa mengatur pikiran, negara bisa mengatur perbuatan. Selama perbuatannya tidak melanggar hukum itu boleh, tapi tidak boleh diatur pikirannya, karena pikiran tidak bisa diatur oleh negara," pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Anies Baswedan #Joko Widodo #guru besar #Intimidasi #aparat keamanan
Youtube Jejakfakta.com