Jumat, 09 Februari 2024 22:07

Miliki Populasi Sapi Tertinggi Kedua di Sulsel, Wajo Genjot Inseminasi Buatan

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin didampingi Bupati Wajo, Amran Mahmud, ia meninjau pelaksanaan IB di peternakan milik warga di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Jumat (9/2/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin didampingi Bupati Wajo, Amran Mahmud, ia meninjau pelaksanaan IB di peternakan milik warga di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Jumat (9/2/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel

Di Kabupaten Wajo populasi ternak (sapi) 139.000 ekor. Wajo itu terbesar kedua setelah Bone.

Jejakfakta.com, Wajo -- Inseminasi Buatan (IB) adalah metode reproduksi ternak sapi yang dilakukan secara buatan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas populasi ternak.

Kabupaten Wajo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang aktif mengimplementasikan program IB pada peternakan sapi, serta terbesar kedua di Sulsel.

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, terus mendorong peningkatan ternak di Wajo. Didampingi Bupati Wajo, Amran Mahmud, ia meninjau pelaksanaan IB di peternakan milik warga di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Jumat (9/2/2024).

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Serius Tingkatkan Produksi Ternak, Inseminasi Buatan Juga Dilakukan di Sidrap dan Barru

"Di Kabupaten Wajo populasi ternak (sapi) 139.000 ekor. Wajo itu terbesar kedua setelah Bone. Fokus kami tahun ini di bidang peternakan termasuk inseminasi buatan," kata Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Wajo, Ashar, dalam keterangan tertulisnya.

Pada kesempatan ini juga Pemprov menyerahkan bantuan berupa coolbox vaksin sebanyak 20 kotak, obat cacing 3.600 bolus, multivitamin 385 bungkus, imbuhan pakan 1.450 kg, obat-obatan 468 botol dan disinfektan 1.000 botol.

"Jadi dengan bantuan dari Pak Gubernur inseminasi buatan dan vaksin serta obat-obatan bisa kita lebih tingkatkan lagi ke depannya," sebutnya.

Baca Juga : Selain Lumbung Beras, Pj Gubernur Sulsel Ingin Sidrap Jadi Penghasil Durian Musang King

Selain bantuan tersebut, ia berharap, petugas inseminasi buatan juga perlu dilindungi dengan asuransi, karena resiko kerja.

Adapun para peternak merasa terbantu dengan hadirnya program inseminasi buatan.

"Program ini sangat bagus karena sapi kami berkembang dari sapi Bali, sapi saya sekarang ada Limosine, Simental dan Brahma," ucap peternak, Mappiasse.

Baca Juga : Melalui Inseminasi Buatan, Pj Gubernur Sulsel Target Enrekang Jadi Sentral Sapi Perah

"Kalau masalah penjualan, sapi biasa dengan sapi IB, jauh lebih mahal yang IB," tambah peternak lainnya, Muhammad Tang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#inseminasi buatan #ternak sapi #peternakan sapi #Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com