Jakarta - Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta, Senin (12/2/2024), mendatangi Bawaslu RI dengan menyampaikan sembilan masukan terkait Pemilu 2024 yang besok pemungutan suara.
Rombongan dosen UAI yang dipimpin Asep Saefuddin (rektor) yang menyampaikan masukan berikut ini:

1. Bawaslu harus memastikan pemilu berjalan sesuai dengan nilai electoral juctice untuk menciptakan sosial juctice untuk menciptakan state,
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Tantang Mahasiswa Adu Gagasan soal Hukum Pemilu, Pendaftaran Debat Nasional Dibuka 15 Juli
2. Bawaslu menindak tegas dugaan penyimpangan yang berpotensi merusak reputasi pemilu,
3. Bawaslu harus menjadi pemandu nilai-nilai etika dan hukum,
4. Bawaslu harus dapat memastikan netralitas aparatus TNI, polri, dan ASN
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Cetak Pengawas Partisipatif, Siapkan Fondasi Pemilu 2029 Bermartabat
5. Bawaslu memastikan asas pemilu tidak sekadar daftar yang termuat di UU Pemilu atau retorika saja, tapi harus dilaksanakan secara otentik,
6. Bawaslu menyiapkan mitigasi potensi sengketa hasil pemilu dan laporan dugaan pelanggaran pemilu dari peserta pemilu,
7. Bawaslu memastikan jembatan dialog antarpihak agar terjadi pemilu yang harmonis,
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pemilu lewat Rakor Sentra Gakkumdu dan Forum Masukan Regulasi
8. Bawaslu bertanggung jawab penuh, pemilu sebagai tradisi demokrasi subtansial yang mendorong perbaikan bangsa dan negara,
9. Seluruh jajaran pengawas pemilu harus memiliki kemampuan menghayati dan memahami dugaan pelanggaran pemilu dan memiliki kemampuan teknis terhadap teknis pengawasan pemilu dan menyelesaikan masalah-masalah pemilu.
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty yang menerima rombongan UAI, mengaku, Bawaslu siap menerima masukan dan kritikan dalam menjalankan tugas mengawasi pemilu secara maksimal dan bertanggung jawab.
Baca Juga : Bawaslu RI Gencar Lakukan Evaluasi dan Pengembangan SDM di Masa Non-Tahapan Pemilu
“Pemilu 2024 diharapkan berjalan dengan baik. Pemilu 2024 harus bisa dipertanggungjawabkan secara proses dan hasil dan tak menciderai rasa keadilan setiap orang,” katanya setelah mendengar masukan para akademisi yang UAI di lantai 5 gedung Bawaslu, Jakarta.
Lolly menambahkan, dalam perjalanan tahapan Pemilu 2024 mengakui adanya berbagai kendala dan dinamika seperti adanya putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) menjadi pencermatan yang dilakukan Bawaslu. Dia menegaskan, tugas dilaksanakan dengan tanggung jawab.
“Terkait dinamika yang terjadi mulai dari putusan MKMK, putusan DKPP sampai situasi saat ini menjadi pencermatan Bawaslu. Bawaslu berkomitmen untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. Bahwa ada anggapan Bawaslu tebang pilih, secara kelembagaan kami menjalankan tugas sesuai dengan kewenangannya untuk bekerja secara maksimal dan bertanggungjawab,” kata Lolly.
Baca Juga : Bawaslu RI Dorong Penguatan Layanan Informasi dan Literasi Data di Daerah
Lolly mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan masukan dan kritikan.
“Bawaslu menerima masukan sekaligus terbuka terhadap kritikan. Terima kasih untuk mengingatkan sumpah jabatan kami. Masukan yang diberikan UAI kami terima dan akan diteruskn kepada pimpinan Bawaslu lainnya,” kata Lolly.(Bawaslu RI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




