Kamis, 15 Februari 2024 13:49

Pilpres 2024

Ketua MUI Ajak Legawa Atas Hasil Pemilu 2024, Prabowo-Gibran Masih Pimpin Real Count KPU

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof Asrorun Niam Sholeh.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof Asrorun Niam Sholeh.

Prof Niam juga menyampaikan rasa syukur karena proses Pemilu 2024 untuk memilih Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden serta legislatif mulai dari tahapan pendaftaran, kampanye hingga pemilihan yang digelar Rabu 14 Februari 2024 berjalan dengan lancar dan tertib.

Jejakfakta, jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof Asrorun Niam Sholeh, berpesan kepada masyarakat untuk merajut kembali kebersamaan usai penyelenggaraan Pemilu 2024. 

Kiai Niam mengatakan, merajut kebersamaan tersebut untuk membangun Indonesia menuju baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur. 

Prof Niam juga menyampaikan rasa syukur karena proses Pemilu 2024 untuk memilih Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden serta legislatif mulai dari tahapan pendaftaran, kampanye hingga pemilihan yang digelar Rabu 14 Februari 2024 berjalan dengan lancar dan tertib.

Baca Juga : 100 Hari Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran: Membuktikan Keberhasilan dan Menjawab Keraguan

"Ini merupakan karunia dan nikmat yang harus disyukuri dan menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi, MUI mengapresiasi penyelenggara dan masyarakat," kata Kiai Niam dalam keterangan tertulis, Rabu (14/2/2024), dikutip dari MUIDigital.

Prof Niam berdoa agar proses selanjutnya hingga penetapan hasilnya berjalan lancar, tertib, damai dan bermartabat serta rekonsiliasi. 

"Pemilu merupakan instrumen untuk mewujudkan tujuan bernegara di antaranya mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan umum. Hak suara telah kita tunaikan bersama, saatnya kembali membangun kebersamaan untuk membangun Indonesia," katanya. 

Baca Juga : Hasil Quick Count, MYL - ARA Unggul 54% di Pilkada Pangkep

Niam mengatakan, selama masa kampanye hingga pencoblosan, bisa jadi selama kontestasi ada debat, ada gagasan dan program yang berdampak pada ketegangan dan perselisihan. 

"Puncaknya, kita telah menunaikan pemilihan dan hasilnya nanti setelah ditetapkan KPU harus diterima dengan lapang dada sebagai kemenangan bersama, kemenangan Indonesia," ujar Kiai Niam. 

Selama proses penghitungan, Kiai Niam meminta semua pihak legowo menerima hasilnya. Menurutnya, menang dan kalah adalah hasil kontestasi. 

Baca Juga : Quick Count JSI: Hati Damai Unggul 53,02 persen di Pilkada Gowa

"Perlu penyikapan yang positif untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama, yang menang tidak jumawa dan menyikapinya dengan syukur serta bismillah untuk memulai khidmah," katanya.

Niam berpesan, kontestan yang kalah bisa menerimanya sebagai realitas tanpa melakukan tindakan yang melanggar hukum. 

"Jika ada proses lanjutan, tetap dalam koridor hukum yang dimungkinkan oleh peraturan perundang-undangan," ujarnya. 

Baca Juga : Appi Bilang Pak Aco yang Bikin Paslon MULIA Menang!

Lebih lanjut, Niam mendorong agar adanya rekonsiliasi nasional dan mewujudkan harmoni, menguatkan ikatan persatuan nasional, guna mewujudkan Indonesia sebagai negara yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur, negeri yang baik dengan Rabb (Tuhan) yang Maha Pengampun.

Prabowo-Gibran Unggul

Pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka masih memimpin hasil penghitungan suara sementara nasional yaitu 12.476.925 (56,11%).

Baca Juga : Hasil Quick Count PPI Pilwalkot Makassar 2024; MULIA 55.39%, Sehati 28.74%, Inimi 12.26% & Aman 3.55%

Paslon nomor urut 1, Anies Baswedan & Muhaimin Iskandar meraih 5.459.425 atau 24,55%. 

Paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo & Mahfud MD 4.300.835 atau 19.34%.

Angka tersebut di atas diperoleh dari hasil hitung nyata (real count) KPU RI, Kamis (15/2/2024) per pukul 09:00:20 dengan 337.602 dari 823.236 TPS (41.01%).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Asrorun Niam Sholeh #Prabowo-Gibran #real count KPU #quick count #Majelis Ulama Indonesia
Youtube Jejakfakta.com