Makassar, jejakfakta.com – Aksi "Seni Melawan Korupsi" di bawah flyover Jl Urip Sumoharjo-Pettarani, Makassar, Kamis (8/12/22), memantik perhatian publik.
Masyarakat Anti Korupsi (MARS) Sulsel bekerja sama seniman yang tergabung di Makassar Art Initiative Movement (MAIM) menghelat event ini dalam rangka memperingati hari antikorupsi sedunia atau Hakordia.


Baca Juga : ACC Ungkap 144 Kasus Dugaan Korupsi di Sulsel Mandek di Kepolisian dan Kejaksaan
Direktur Anticorruption Committee (ACC) Sulawesi Abdul Kadir Wokanubun turut hadir dalam aksi ini.
Hadir juga para peneliti ACC Sulawesi, perwakilan LBH Makassar, LAPAR Sulsel, AJI Makassar, KontraS Makassar, Gusdurian, TII, dan anggota koalisi MARS Sulsel lainnya.
“Ada tiga isu yang dilukiskan,yaitu, soal penegakan hukum, demokrasi, dan sikap antikorupsi yang dituangkan, pada momentum ini tidak seperti biasanya yang aksi dan konferensi pers, namun dengan bekerja sama dengan seniman yang ada di Makassar,” kata Abdul Kadir.
Baca Juga : ACC Sulawesi Catat Kerugian Negara di Sulsel Sepanjang 2024 Capai 207 Miliar

Kadir menyebut, antikorupsi pada jajaran pemerintah hanya gimik belaka.
“Pengesahan RKUHP sebagai pukulan bagi kita dengan UU KUHP yang mengurangi hukuman koruptor dari sebelumnya, pemerintah tidak serius dalam menegakkan hukum," ujar Kadir menyinggung lemahnya upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
Baca Juga : Kawan Aksi Sulsel Terbentuk, Pantau Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Menurut, Kadir, kasus korupsi tahun 2021 yang ditangani kejaksaan dan kepolisian di Sulsel banyak yang mandek.
“Begitu pun catatan di Tipikor, kalau dilihat data ACC 2021, kami membahasakannya [penanganan kasus korupsi] hanya jalan santai saja, tidak dijadikan prioritas,” kata Kadir.
Baca Juga : Korupsi di Sulsel Melonjak 114 Perkara, Rugikan Negara Rp 86,3 Miliar
Banyak lukisan yang dibuat dalam aksi ini. Penampakannya sarat makna. Banyak warga yang kebetulan melintas, mampir mendekat menyaksikan.

Aktivis sekaligus seniman MAIM, Faisal Syarif, mengatakan, satu dari sembilan lukisan dalam aksi ini menceritakan tentang kisah kesaktian tim 57 KPK. Tim yang fenomenal, jujur memberantas korupsi di Indonesia. Dan, tim 57 sudah tak bergelut lagi di komisi antirasuah.
Baca Juga : ACC Sulawesi: Kasus Korupsi di Sulsel Meninggi
"Indonesia sudah kehilangan superhero yang dengan serius dan jujur dalam menghadapi koruptor atau si celeng di Indonesia," kata Faisal.

Hari Antikorupsi Sedunia atau Hakordia diperingati tiap tanggal 9 Desember setiap tahunnya dan tahun ini jatuh pada hari Jumat (9/12/2022). (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




