Jejakfakta.com, Makassar -- Belakangan ini sejumlah warga non muslim yang ikut berburu takjil selama bulan suci Ramadan. Merespon hal tersebut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menilai fenomena tersebut menjadi bukti adanya kerukunan antarumat beragama.
“Seperti orang Islam untuk ikut libur natal. Ikut libur nyepi. Hidup bersama dengan rukun,” kata Dadang dalam keterangan persnya pada Senin (18/3/2024).

Dadang menilai fenomena non muslim tapi ikut berburu takjil merupakan sesuatu hal wajar. Ia mengatakan justru hal tersebut membawa manfaat bagi para penjual takjil.
Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
“Wajar saja memang dalam kehidupan sekarang, dalam pergaulan antar budaya, saling mempengaruhi satu sama lain. Juga ada pengaruh ekonomi,” katanya.
Berburu takjil berarti berbelanja makanan, sehingga terjadi transaksi ekonomi.
“Menjadi keberkahan tersendiri bagi penjual takjil, dan membantu pertumbuhan ekonomi selama bulan Ramadan,” tutur Dadang.
Baca Juga : Lokasi Salat Tarawih Muhammadiyah 17 Februari 2026 Malam di Makassar dan Sekitarnya
Berburu Takjil di bulan Ramadan. Tak hanya dinikamati kaangan umat Islam, juga semua umat merasakan berburu takjil seperti di Jalan Boulevard Makassar, Sabtu (16/3/2024). @Jejakfakta/Atri
Keberkahan Untuk Semua Umat
Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berburu takjil tidak hanya menjadi kebahagiaan buat umat Islam tapi juga dimanfaatkan kalangan non muslim untuk berburu takjil sebagai keseruan tersendiri.
Baca Juga : Bupati Yusran Apresiasi Peran Muhammadiyah dalam Memajukan Pendidikan
Salah satu warga, Gusti Ridani mengatakan bahwa meski dirinya non muslim, namun ia merasakan ada keberkahan di bulan ramadan tahun ini, dengan berburu takjil.
“Itu berkah sih menurutku, kan tidak perlu panas-panasan dan macet macetan siang-siang. Seru juga bisa ngabuburit sama temen-teman yang Islam, sambil nunggu waktu berbuka," kata Gusti kepada Jejakfakta.com di lokasi penjual Takjil, Jalan Boulevard Makassar, Sabtu (16/3/2024).
"Bahkan banyak undangan buka puasa bersama, meskipun saya nggak puasa, tetep semangat ikut,” sambungnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar dan Muhammadiyah Sepakati Penguatan Kurikulum Pendidikan Agama di Sekolah Dasar
Gusti menceritakan bahwa hampir di sepanjang jalan di Kota Makassar berjejer penjual takjil dadakan dengan berbagai macam makanan dan minuman, yang menurutnya hanya mudah di dapatkan di bulan ramadan.
“Kalau membeli takjil sering, dari tahun ke tahun saya termasuk tim berburu takjil, bulan puasa jadi ajang mencoba berbagai jenis minuman dan jajanan, karena banyak jenis makanan cuman ada pas puasa doang,” paparnya.
Ada keseruan tersendiri, kata Gusti dalam membeli takjil, yang membuat dirinya penasaran dengan apa yang dijajakan oleh pedagang takjil tersebut.
Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng Muhammadiyah dan BRilian Luncurkan Program Pendidikan dan Lingkungan untuk Siswa
“Suka berburu takjil, karena seru banyak penjual takjil dadakan yang bikin penasaran, ikut berkeliling liat penjual rame ikut beli,” ujarnya.
Meski begitu, Gusti mengaku dengan banyaknya pedagang dengan berbgai macam bentuk takjil yang dijajakan, makanan khas Makassar menjadi favoritnya.
“Menu yang disukai, tetap Jalangkote, Es Buah, Fruit Jelly Ball minuman viral di tiktok, juga bnyak inovasi baru terkait makanan dan minuman. Tapi makanan khas Makassar tetap jadi favorit,” pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




