Jejakfakta, Makassar - Ramadan 1445 Hijriah di ambang pertengahan, tidak lama lagi momen beritikaf, mencari malam kemuliaan Lailatulqadar yang diyakini terjadi pada 10 terakhir Ramadan.
Doa-doa yang dipanjatkan di malam Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan, pahala ibadah dilipatgandakan, dan banyak faedah lainnya. Inilah alasan banyak muslim memilih amalan Itikaf di malam 10 terakhir Ramadan.

Itikaf berasal dari kata ‘akafa (عكف) yang berarti al habsu (الحبس) adalah mengurung diri atau menetap.
Baca Juga : Boleh Acak, Ini Batas Akhir Puasa Syawal 2024
Diartikan pula bahwa Itikaf adalah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.
Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, pengertian itikaf secara bahasa adalah berada di suatu tempat dan mengikat diri kepadanya.
Itikaf bisa dilakukan kapan saja, bukan hanya di bulan Ramadan. Bahkan Anda dapat beritikaf dalam rentang waktu antara Magrib ke Isya di masjid.
Baca Juga : Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri hingga Orang yang Diwakilkan
Namun, Itikaf di bulan Ramadan, jelas jauh lebih primadona. Sebab dalam bingkai Ramadan sendiri, segala ibadah dilipatgandakan pahalanya.
Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya Fiqih Islam wa Adilatuhu mengatakan bahwa itikaf dianjurkan pada semua waktu, di bulan Ramadan atau di bulan lainnya. Serta dilakukan pada suatu masjid.
Rasulullah Saw selalu melaksanakan itikaf di bulan Ramadan. Baginda tak pernah melewatkan Itikaf hingga datang ajal. Dari Aisyah, ia berkata:
Baca Juga : Panduan Zakat Fitrah 2024 di Kota Makassar
أَنَّ النَّبِيِّ كَانَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ إِلَى أَنْ تَوَفَّاهُ اللَّهُ تَعَالَى
Artinya: "Nabi SAW dulu senantiasa beritikaf selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan sejak beliau tiba di Madinah sampai beliau wafat." (HR Muttafaq Alaih).
Syarat dan Rukun Itikaf:
Baca Juga : Guru PAI Siap-siap Kebagian THR, Kemenag Pastikan Tidak Double
1. Niat mendekatkan diri kepada Allah Swt
Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung dengan niatnya." (HR Bukhari dan Muslim).
Ada beberapa bacaan niat itikaf, silakan Anda pilih.
Baca Juga : 10 Hal Jika Telat Ikuti Imam Salat, Panduan Masbuk
نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالَى
Nawaitul i'tikaafa fii haadzal masjidi lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya niat itikaf di masjid ini karena Allah SWT."
Atau:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ
Nawaitu an a'takifa fii haadzal masjidi maa dumtu fiihi
Artinya: "Saya niat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya."
Atau niat singkat ini:
نويت الاعتكاف لله تعالي
“Nawaitul I’tikaf Lillahi Ta’ala”
2. Berdiam di dalam masjid sekurang-kurangnya selama tuma’ninah salat.
Saat berdiam atau berada di masjid, orang yang beritikaf meninggalkan perbuatan-perbuatan yang terlarang.
Sebagaimana firman Allah SWT “…Tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beritikaf dalam masjid.” (QS Al-Baqarah: 187).
3. Islam dan suci serta sudah akil baligh.
Yang beritikaf harus muslim, berakal, suci dari hadas besar (ada pendapat yang mengatakan bahwa hadas kecil juga membatalkan itikaf), dan harus di masjid.
Itikaf dianggap sah bila memenuhi tiga rukun tersebut di atas.
Amalan-amalan saat Itikaf
1. Salat
Salat adalah amalam utama saat itikaf. Baik salat fardu maupun sunah, baik berjamaah maupun yang sendiri. Seperti salat lima waktu, salat rawatib (qabliyah dan ba'diyah). Tentunya salat-salat sunah yang dianjurkan seperti tahajud.
2. Berzikir
Berzikir adalah amalan yang dianjurkan saat beritikaf. Itikaf bukanlah tinggal melamun atau dengan pikiran kosong di masjid. Itikaf adalah upaya mendekatkan diri kepada-Nya.
Zikir dapat ditempuh dengan berbagai cara seperti membaca Alquran, membaca dan memahami kandungan makna ayat Alquran, membaca asmaul husna, dan sebagainya.
3. Berdoa
Itikaf adalah kesempatan ideal berdoa kepada Allah dengan mohon ampunan, rahmat serta ridha-Nya, hingga apa saja yang kita inginkan.
Apatah lagi jika doa Anda menemui turunnya Lailatulqadar.
Di kota Makassar, dua masjid besar yang selalu mengadakan Itikaf di malam 10 terakhir Ramadan: Masjid Al Markaz Al Islami Jend Jusuf dan Masjid Raya Makassar.
Khusus di Al Markaz Al Islami, kegiatan itikaf dimulai pukul 02.00 Wita dengan berbagai salat sunat yang dipimpin para imam senior dan imam besar. Ada salat tobat, salat tasbih, salat tahajud, dan witir. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




