Jejakfakta.com, Jakarta -- Kejaksaan Agung RI resmi melantik Agus Salim sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Gedung Utama Kantor Kejaksaan Agung RI Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (04/04/2024).
Sementara Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebelumnya dipromosikan sebagai eselon I menjadi Staf Ahli Jaksa Agung bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama Internasional Kejaksaan RI. Hal itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13/TPA/Tahun 2024.

Perputaran jabatan atau mutasi dan promosi merupakan keniscayaan dalam sebuah organisasi. Hal itu dilakukan dalam rangka evaluasi dan peningkatan kinerja, serta untuk regenerasi sumber daya manusia demi menjaga kedinamisan institusi.
Baca Juga : Eks Pj Gubernur Sulsel Jadi Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar, Negara Diduga Rugi Rp50 Miliar
"Para pejabat yang dilantik tentu memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk memimpin dan menggerakkan roda bidang ataupun satuan kerja yang dipimpinnya, dalam upaya membantu mewujudkan visi dan misi Kejaksaan Republik Indonesia,” ujar Jaksa Agung RI ST Burhanuddin dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (4/4/2024).
Dalam kesempatan itu juga, ia pun mengingatkan para kepala Kejaksaan Tinggi yang baru dilantik agar bersinergi dengan lembaga terkait atau aparat hukum lainnya untuk menyelesaikan tugas pokok.
Seperti mengawal penyelesaian tahap akhir Pemilihan Umum, khususnya mengantisipasi munculnya riak atau potensi konflik pasca Pemilu dengan tetap memperhatikan kewenangan yang dimiliki.
Baca Juga : Mira Hayati Resmi Dibui, Bos MH Cosmetic Divonis 2 Tahun Kasus Skincare Merkuri
Kemudian memastikan kesiapan para Jaksa sejak tahun ini untuk menguasai dan memahami spirit serta substansi KUHP Nasional dalam menyongsong pemberlakuannya pada tahun 2026.
"(Serta) meningkatkan pengawasan melekat terhadap seluruh jajaran di satuan kerja masing-masing, pedomani Surat Jaksa Agung Nomor 4 tanggal 17 Januari 2022 tentang meningkatkan Pengawasan Melekat pada Satuan Kerja," ujarnya
Tak sampai disitu, kata dia, bagi Para Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung yang baru agar segera mempelajari tugas dan kewenangannya yang baru guna mendukung visi dan misi Institusi Kejaksaan.
Dan melakukan evaluasi kinerja yang terdapat di dalam masing-masing lingkungan kerja atau bidang jabatan selanjutnya. Lakukan identifikasi kelebihan dan kekurangannya dalam mendukung arah kebijakan pimpinan dan tercapainya tujuan organisasi.
"(Serta) menanamkan paradigma sinergisitas dan kolaboratif di antara bidang dalam setiap pelaksanaan tugas. Buang jauh-jauh ego sektoral, tanamkan satu hati dan satu tujuan untuk kejayaan Kejaksaan," harapnya
Seperti apa jejak karir Agus Salim?
Baca Juga : Uang Negara Kembali, Kejati Sulsel Sita Rp1,25 Miliar dari Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Nanas 2024
Agus Salim, sebelum dipercaya memimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, ia juga telah pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.
Jadi, mengabdi sebagai pimpinan dipenegakkan hukum pada wilayah kerja Kejaksaan bukanlah hal yang baru bagi sosok Agus Salim.
Agus Salim merupakan putra Kota Palopo asal Sulawesi Selatan yang juga merupakan alumni 1988 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas).
Jejak Agus Salim di Korps Adhyaksa pertama kali bertugas di Cabang Kejaksaan Negeri Makassar di Pelabuhan. Kemudian setelah mengikuti diklat pembentukan jaksa, ia lalu ditempatkan sebagai Kasubsi pada Bidang Pidsus di Kejaksaan Negeri Makassar.
Ia juga pernah di promosi sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Kejaksaan Negeri Majene.
Selain itu, ia juga pernah mengabdi di Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 8 tahun. Selama terlibat dalam lembaga anti rasua tersebut ia juga terlibat dalam penanganan kasus korupsi wisma atlet yang sempat menyita publik.
Kemudian setelah bertugas selama dua periode di KPK, ia kembali bertugas di Kejaksaan Agung dan dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Luwu di Belopa.
Selanjutnya menjabat sebagai Asisten Intelijen di Lampung, kemudian 2 kali menjadi Kasubdit di Kejagung jadi asisten tindak pidana khusus di Medan. Selanjutnya menjabat 2 kali jadi direktur pada Jam Pidana Militer Kejaksaan Agung.
Tak sampai disitu, ia juga pernah menjabat sebagai wakil Kepala Kejaksaan Tinggi di Papua dan Medan.
Kemudian berlanjut sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah di Palu dan saat ini dipercayakan oleh Jaksa Agung untuk menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




