Cabang Dinas Kelautan Bosowasi (Bone, Soppeng Wajo dan Sinjai) Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan menanam sebanyak 40 ribu batang mangrove di Kelurahan Akkajeng, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Muhammad Ilyas, penanaman mangrove tersebut merupakan program rehabilitasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai amanah pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang pesisir.

"Kegiatan tersebut sangatlah penting di wilayah pesisir untuk merehabilitasi ekosistem yang rusak," jelas Ilyas.
Baca Juga : Munafri Genjot Urban Farming dari Lorong ke Kota, Targetkan Makassar Mandiri Pangan
Kepala Cabang Dinas Kelautan Bosowasi, Herimisniaty menambahkan, penanaman mangrove, sebagai upaya mengembalikan kawasan fungsi dalam rangka melestarikan ekosistem mangrove, guna meminimalisir terjadinya abrasi dan erosi di kawasan pesisir dan pantai.
"Sekaligus sebagai habitat atau tempat hidup, berlindung, mencari makan, atau berkembang biak bagi berbagai jenis biota laut," tambah Herimisniaty, Senin (12/12).
Kegiatan tersebut akan terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai upaya pemulihan jalur hijau, guna memproteksi ratusan hektar lahan pertambakan para pembudidaya agar tetap dapat meningkatkan hasil budidaya secara produktif
Baca Juga : Niat Tulus Membantu, Perjuangan 5 Tahun Dua Guru Luwu Utara Akhirnya Berbuah Rehabilitasi dari Presiden
Masyarakat setempat pun antusias dengan adanya program penanaman mangrove ini.
“Terima kasih atas bantuan ta di Akkajeng, kami merasa terharu dan bangga karena mendapat perhatian," pungkas Aras, warga setempat.
Pada kesempatan itu, hadir Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGUPP) Prof Hilal Anshary, dan M Iqbal Djawad, dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wajo Nasfari. (**)
Baca Juga : Pemkot Makassar Fokus Perkuat Stabilitas Keamanan di Wilayah Utara Kota
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




